Minggu, 24 Oktober 21

Pengurangan Resiko Bencana Masuk RPJMN

Pengurangan Resiko Bencana Masuk RPJMN
* Rapat koordinasi penanganan bencana di padang, Sumbar.

Padang, Obsessionnews – Kerugian akibat bencana sangat mengganggu hasil pencapaian pembangunan. Kebakaran hutan lahan kerugiannya sangat besar dan dapat mengoreksi pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2 persen.

“Kerugian terhadap pertumbuhan ekonomi dari sektor itu belum termasuk dari bencana lain,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), William Rampangilei saat rapat koordinasi penanganan bencana bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera barat (Sumbar), unsur Forkopimda, dan BPBD Sumbar serta BPBD kabupaten/kota di Sumbar di Padang, Kamis (3/3).

Kondisi yang dihadapi secara nasional, sama dengan kondisi yang dihadapi daerah. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah merasakan hal demikian, kerugiannya sangat berdampak terhadap pembangunan.

Mengingat dampaknya sangat mengganggu hasil pencapaian pembangunan, Kebijakan pemerintah dalam mengurangi resiko bencana menjadi salah satu program pemerintah dan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2015-2019.

Pemerintah memasukkan kebijakan itu ke dalam program RPJMN mengingat dampak akibat bencana sangat mengganggu hasil pencapaian pembangunan.

William Rampangilei mengatakan, dalam RPJMN terdapat 136 kabupaten/kota di Indonesia yang tergolong memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat, akan tetapi tergolong sebagai daerah yang rawan terjadi bencana

Dari 136 kabupaten/kota yang rawan terjadi bencana, Sumbar adalah yang paling perioritas. Perirotitas karena sudah diketahui ada potensi Megathrust yang karakter dan ancamannya sangat besar.

“Kebijakan pemerintah yang menetapkan pengurangan resiko bencana ke dalam RPJMN 2015-2019, harus diikuti pemerintah provinsi, kabupaten/kota sehingga terintegrasi dan terpadu,” kata William. (Musthofa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.