Minggu, 7 Juni 20

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Capai 590 Ribu

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Capai 590 Ribu

Farhan Haq, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat (20/10) menyatakan, tercatat 589 ribu pengungsi Muslim Rohingya berlindung di Bangladesh.

Kantor Berita Xinhua melaporkan, Fahan Haq juga mengungkapkan, tidak adanya air bersih mengancam nyawa 320 ribu anak-anak pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Sementara itu, Jeffrey Feltman, wakil sekjen PBB hari Selasa di Myanmar mengkritik petinggi negara ini karena mencegah pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya.

Sejak Jumat 25 Agustus hinggi kini, akibat gelombang baru serangan dan brutalitas militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, lebih dari enam ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya luka-luka. Selain itu, ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 menjadi ajang serangan militer dan ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Satu juta warga Muslim Rohingya tidak mendapat hak sipil di Myanmar.

Sejumlah organisasi internasional dan negara dunia seperti Republik Islam Iran hanya mampu mengirim bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Hingga kini 130 ton bantuan kemanusiaan Republik Islam Iran bagi Muslim Rohingya telah dikirim ke Bangladesh.

Pasukan keamanan Myanmar

Polisi Myanmar Bentrok dengan Milisi
Media Myanmar mengabarkan terjadinya aksi bentrokan antara milisi bersenjata Kachin dengan polisi negara ini.

Dilaporkan, bentrokan ini menyebabkan lima orang tewas dan 20 orang lain terluka dari kedua belah pihak.

Bentrokan di negara bagian Kachin terjadi di tengah berlanjutnya gelombang pengungsian minoritas Rohingya dari Rakhine menuju negara tetangganya, terutama Bangladesh.

Minoritas Rohingya menjadi korban persekusi ekstremis Budha yang didukung militer Myanmar dalam serangan 25 Agustus lalu.

Genosida terhadap Rohingya menyebabkan sedikitnya 6000 orang tewas dan 8.000 orang lainnnya cidera serta 800.000 orang mengungsi ke Bangladesh. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.