Rabu, 30 September 20

Pengungsi Rohingya Bertahan Hidup Minum Air Laut

Pengungsi Rohingya Bertahan Hidup Minum Air Laut
* Pengungsi Rohingya

Ratusan pengungsi Rohingya yang terkatung-katung selama beberapa bulan di laut diselamatkan penjaga pantai Bangladesh.

Awalnya, mereka menuju Malaysia untuk mencari suaka, namun ditolak masuk karena perbatasan ditutup untuk membendung penyebaran virus Corona (Covid-19).

Puluhan pengungsi meninggal dunia dalam perjalanan dan jenazah mereka dibuang ke laut. Sementara yang selamat mengatakan, mereka bertahan hidup dengan minum air laut. “Kami bertahan hidup minum air laut,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Bangladesh menyebut, pengungsi Rohingya bukan hanya tanggung jawab mereka dan menyerukan agar pemimpin dunia ikut turun tangan.

Mahathir Kecam AL Malaysia Usir Pengungsi Rohingya
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam tindakan tidak manusiawi Angkatan Laut (AL) Kerajaan Malaysia karena mengusir kapal yang membawa sekitar 200 pengungsi Rohingya.

Menurut Mahathir, Malaysia sesungguhnya telah memberikan suaka teramat banyak kepada pengungsi Rohingya. Sehingga Mahathir meminta pengungsi Rohingya pergi ke negara lain. Dia pun mendesak negara lain membuka pintu bagi pengungsi Rohingya.

“Namun, mengusir kapal yang dipenuhi 400 pengungsi hingga mereka terapung-apung di laut selama dua bulan merupakan tindakan tidak manusiawi,” tulis Mahathir di blognya sebagaimana dilaporkan Malayamail.com, 29 April 2020.

Para pengungsi Rohingya itu seharusnya diberi makanan dan bahan bakar agar mereka dapat melanjutkan perjalanan ke negara lain atau kembali ke Myanmar.

Mahathir kemudian meminta pemerintah Malaysia untuk berhenti melakukan perdagangan dengan Myanmar karena kebrutalan negara itu terhadap komunitas Rohingya.

“Kami seharusnya mengecam Myanmar dan Aung San Suu Kyi aas kekejaman mereka, dan bertindak dengan menolak berdagang dengan mereka,” tulis Mahathir. (*/BBC/Tmp)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.