Minggu, 23 Februari 20

Penghitungan Suara Pemilu 2019 di KPU Akan Terlihat Kondusif

Penghitungan Suara Pemilu 2019 di KPU Akan Terlihat Kondusif
* Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. (Foto: wikipedia)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penghitungan hasil suara Pemilu 2019 yang akan di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang akan terlihat kondusif.

Hal itu terlihat sejak berlangsungnya kampanye hingga hari H pencoblosan pemilu 2019. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang dilontarkan pihak tertentu untuk mengacaukan bangsa ini.

“Inilah pertama kali dalam sejarah Indonesia, pemilu berlangsung sangat aman, kondusif, dan tidak terjadi konflik sama sekali, padahal pemilu 2019 merupakan penggabungan pileg dan pilpres,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/5/2019).

Kondusifnya situasi Kamtibmas ini disebakan dua hal. Pertama, Polri berhasil menerapkan konsep pendekatan keamanan hingga ke akar rumput, sehingga deteksi dan antisipasi dini bisa dilakukan dengan cermat lewat upaya-upaya antisipatif, pagar betis maupun sapu bersih.

“Kedua, maraknya medsos berhasil menjadi kanalisasi konflik di Indonesia,” ucap Neta.

Artinya, lanjut dia, para pendukung capres merasa lebih asyik perang di medsos, sehingga kehabisan enerji untuk perang di darat.

“Hal ini berdampak sangat positif bagi situasi kamtibmas. Medsos yang bingar bingar dengan perang opini tidak berdampak ke lapangan yang aman dan terkendali,” kata Neta.

Menurut pria kelahiran Medan 18 Agustus 1964 ini, situasi serupa sepertinya akan berlangsung hingga 22 Mei maupun saat pelantikan presiden terpilih.

“Memang ada pihak pihak yang mencoba memprovokasi publik dengan isu people power, tapi sepertinya isu itu hanya riuh di medsos dan landai di lapangan,” ungkapnya.

Di sisi lain, meski situasi Kamtibmas sangat kondusif, Polri tetap agresif melakukan pagar betis dan antisipasi maupun deteksi dini. “Kantong kantong radikalisme dan terorisme terus menerus disapu bersih,” jelas Neta.

Untuk itu, IPW memberi apresiasi pada strategi dan langkah yang dilakukan jajaran kepolisian ini. Meskipun situasi Kamtibmas sangat kondusif, kalangan radikal dan teroris jangan dibiarkan tumbuh, apalagi diberi ruang ataupun peluang.

Tujuannya agar even-even strategis, seperti pengumuman pemenang pilpres 2019 maupun pelantikan presiden terpilih, bisa berlangsung aman tanpa gangguan. Polri sudah membuktikan bahwa jajarannya bisa membuat situasi kampanye dan hari H pencoblosan berlangsung aman dan tertib.

Sehingga IPW berkeyakinan, Polri juga bisa menjaga keamanan dengan maksimal pada 22 Mei saat KPU mengumumkan pemenang Pilpres 2019.

Sikap tegas Polri perlu didukung semua pihak agar jajaran kepolisian lebih percaya diri untuk menyapu bersih kelompok kelompok radikal maupun teroris yang hendak mengganggu momen pengumuman pemenang pilpres 2019 yang akan dilakukan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Bagaimana pun momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia ini tidak boleh diganggu oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab, yang ingin menunggangi dan memecah belah bangsa Indonesia,” pungkas Neta. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.