Minggu, 25 Agustus 19

Penghitungan Hasil Suara di Madura, KPU Masih Koordinasi

Penghitungan Hasil Suara di Madura, KPU Masih Koordinasi

Jakarta – Pasca Pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilakukan 9 Juli 2014 yang lalu di sebagian daerah masih kontra persi soal penghitungan suara, salah satunya di daerah Sampang Madura yang beredar wacana bahwa perolehan suara disana untuk Capres nomor urut dua, Jokowi – JK memperoleh hasil nol.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ferry Kurnia Riskiyansyah mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi secara pasti dari KPU Daerah Jawa Timur terkait perolehan suara salah satu Capres tersebut

“Kami sudah kontak KPU jatim, informasinya KPU jatim sudah menindaklanjuti untuk mengumpulkan informasi terkait soal itu,” ujar Ferry di Gedung KPU,Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).

Ferry menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan temen-teman Kabupaten, PPK dan PPS bahkan KPPSnya, sampai saat ini memang belum ada informasi terkait soal itu, karena itu memang riil pilihan rakyatkah seperti itu atau itu memang ada sesuatu (Pelanggaran).
“Kita kan belum tau informasinya. Tentu saja nanti klarifikasi dari KPU jawa timur,”ungkapnya.

Ketika dia ditanya apakah akan terjadi pemilihan ulang atas perolehan suara tersebut, ferry menjawab semua itu tergantung dan diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

“Tergantung apakah memang real faktual disana ataukah ada problem, kalau ada problem nanti kita lihat rekomendasi dari Panwas,”jelasnya.

Ferry juga menjelaskan tentang dokumen atau formulir laporan yang terdapat pada penghitungan suara dalam bahasa KPU nya C1 pada prinsipnya KPU terbuka. Jadi C1 scan yang sudah dimasukkan ke data KPU 96.85 persen ini transparan, jadi publik bisa lihat, kalau memang ada yang perlu dikoreksi, segera lapor ke kami supaya kita langsung tindak lanjuti ke lapangan.

“Karena bisa aja di lapangan sudah sesuai dan sudah diperbaiki. Jadi inilah upaya-upaya kita, ini tidak dimaknai apa-apa. Jadi itu memang yang perlu jadi perhatian kita semua, inilah upaya yang kita lakukan. Bahkan ada web tertentu yang menginventarisir masalah, saya rasa itu patut diapresiasi,”tuturnya.

Adapun temuan C1 yang jumlahnya kosong, KPU langsung  mengecek ke lapangan. “Untuk dilihat apakah memang bener kaya gini, ternyata udah diperbaiki di lapangan,”pungkasnya.  (Pur)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.