Kamis, 22 Agustus 19

Pengemudi GrabBajay Didorong Jadi Pemandu Wisata Andal

Pengemudi GrabBajay Didorong Jadi Pemandu Wisata Andal
* Menteri Pariwisata Arief Yahya  saat Grand Launching GrabBajay di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (24/6/2019). (Foto: Kemenpar)

Bahasa Asing

Selain memerlukan pelatihan mengenai destinasi pariwisata, pelatihan bahasa asing kepada para mitra GrabBajay juga dinilai perlu.

“Pelatihan bahasa asing memang diperlukan, tapi waktunya tidak singkat. Untuk itu, Grab telah menyiasati dengan aplikasi chat yang akan digunakan sepanjang perjalanan. Aplikasi chat ini sudah dilengkapi terjemahan untuk berkomunikasi,” ujar Ridzki.

Layanan digital moda transportasi lokal ikonik tidak hanya tersedia di Jakarta, tapi juga GrabBentor di Medan dan GrabBentor di Gorontalo.

 

“Kami juga melihat potensi untuk membuka moda ikonik di daerah lain, misal andong di Yogyakarta. Tapi yang saat ini sedang direncanakan adalah kemungkinan kerja sama pembuatan paket-paket wisata menggunakan bajay untuk wisatawan. Misal, keliling kota tua sejam menggunakan bajay,” katanya.

Berdasarkan data Kemenpar pada April 2019 terdapat sekitar 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Angka ini meningkat 0,11 persen dibanding April 2018.

Dengan sekitar 11.000 bajay di Jakarta yang digunakan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, peningkatan kualitas transportasi lokal berpotensi menambah daya tarik destinasi pariwisata.

Selain bertambahnya solusi transportasi unik, cepat, nyaman, dan dengan harga terjangkau (Rp3000/km), bajay yang diintegrasikan dengan teknologi fitur GrabBajay dapat memberikan dampak ekonomi baik bagi mitra pengemudi, pemilik bajay, maupun masyarakat di sekitar destinasi pariwisata. (arh)

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.