Sabtu, 14 Desember 19

Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas Harus Selaras dengan Penciptaan SDM Pariwisata

Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas Harus Selaras dengan Penciptaan SDM Pariwisata
* Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, pengembangan lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) serta destinasi lainnya di Indonesia harus selaras dengan penciptaan lapangan kerja sekaligus pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata yang ditargetkan mencapai 13 juta pada 2020.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara bahwa SDM menjadi kunci negara kita untuk bisa melompat. Untuk itu kita akan berupaya maksimal untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus SDM pariwisata yang kompeten di bidangnya serta memiliki standar global,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Selasa (12/11/2019).

Pelayanan SDM dalam bidang kepariwisataan itu meliputi hospitality, daya tarik dan destinasi, event, serta travel dan layanan transportasi.

Dalam upaya menghasilkan SDM pariwisata yang andal, Menparekraf akan memaksimalkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Politeknik Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata yang berada di bawah naungan Kemenparekraf.

Di mana dalam penerapannya UPT tersebut menerapkan kurikulum berstandar global, yakni mengacu pada Tedqual UNWTO atau kurikulum yang tersertifikasi Badan Pariwisata Dunia (UNWTO). “Selain itu juga dalam kurikulum di setiap UPT dilakukan berbagai program lain seperti kursus kewirausahaan pariwisata yang bekerja sama dengan industri serta membuka kelas internasional,” uacapnya.

Tidak hanya itu, Kemenparekraf juga akan meningkatkan peran industri dan lembaga lain dalam meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi. Ditargetkan hingga akhir tahun 2019 terdapat 500 ribu SDM pariwisata yang tersertifikasi. Pihaknya juga akan terus memperkuat pelatihan-pelatihan sebagai bentuk kemitraan usaha masyarakat seperti untuk bidang pemandu wisata, kuliner, dan homestay.

“Tenaga kerja yang digunakan akan dikembangkan dari daerah atau asal destinasi tersebut,” tuturnya.

Tak lupa pula penekanan terhadap proses kreatif serta teknologi yang nantinya akan memberikan nilai tambah bagi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti diketahui, Jokowi dalam rapat terbatas terkait “Program Cipta Lapangan Kerja” menginstruksikan empat hal, yang salah satunya adalah melakukan reformasi besar-besaran dalam penyiapan SDM. “Ini akan menjadi kunci negara kita bisa melompat atau tidak bisa melompat,” kata Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia ini mengatakan bahwa pembenahan pendidikan vokasi SMK dan politeknik harus bisa tereksekusi dengan baik di lapangan yang dalam penerapannya juga bisa melibatkan pihak swasta. “Pelatihan vokasi juga tidak hanya dilakukan oleh BLK (Balai Latihan Kerja), tapi swasta juga dilibatkan, melibatkan BUMN serta lembaga kursus lainnya,”ucap Jokowi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.