Sabtu, 20 Agustus 22

Pengamat: Tak Aneh Jika Jokowi Puji BRI, Bank Paling Untung!

Pengamat: Tak Aneh Jika Jokowi  Puji BRI, Bank Paling Untung!

Jakarta, Obsessionnews – Kinerja cemerlang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tahun lalu, yang mencetak laba bersih terbesar tahun lalu, yakni Rp24 Triliun!. Maka menurut pengamat perbankan dari UGM A Tony Prasetiantono, tak heran dipuji habis Presiden RI, Joko Widodo.

Kilas balik sejenak, awal tahun ini, tepatnya  dalam Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016, 15 Januari lalu, Jokowi memuji BRI.

Jokowi mengapresiasi capaian laba bersih BBRI dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) yang tahun lalu mencapai total Rp43 triliun.

Presiden menegaskan perlunya efisiensi di sektor industri keuangan agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dan mencatat laba yang tinggi.

“Kuncinya efisiensi di semua titik di industri keuangan,” ujarnya di Istana Negara.

baca juga:

Bank Lain Harus Tiru BRI soal ‘Branchless Banking’

BRI Disarankan Maksimalkan Sisa Transponder

DPR Puji BRISat Bawa Keuntungan Besar Buat Bangsa

Dirut BRI Maklumi Penundaan BRISat

Jokowi berkisah, pada 1975 dirinya sering ikut orangtuanya ke bank untuk mengambil uang. Namun, saat itu, bank hanya beroperasi hingga pukul 13.00-14.00 WIB.

Namun, saat bank asing mulai beroperasi di Indonesia, bank-bank BUMN mulai berbenah dan memperbaiki pelayanan terhadap nasabah.

“Sekarang tak tanya karyawan di perbankan, di bank-bank BUMN, pulangnya jam berapa? Jam 10, jam 11, jam 12, bukan jam 12 siang, tapi malam,” kata Jokowi.

BRIsat-Dirut

Dengan adanya pesaing, lanjutnya, industri perbankan nasional terpacu untuk memperbaiki diri agar tidak dilindas oleh liberalisasi asing.

“Ternyata, BRI keuntungan tahun lalu Rp24 triliun, paling gede keuntungannya. Bank Mandiri Rp19 triliun. Swasta kalah. Bukan saya mengecilkan swastanya, tetapi artinya begitu diberi pesaing justru performannya menjadi lebih baik,” tuturnya.

Tony juga kagum dengan kesiapan BRI dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA). Langkah cerdasnya, lewat diluncurkannya BRISat. Sehingga bisnis utama BRI, melayani UKM bisa semakin maksimal.

Sebelumnya kepada media, Direktur Risiko dan Manajemen BRI Randi Anto mengatakan untuk menghadapi MEA, perseroan menjadikan satelit sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Satelit jadi salah satu cara kita untuk lebih gencar masuk ke daerah-daerah dan mencegat pesaing dari luar,” kata Randi di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menyebutkan setiap tahunnya BRI menyewa transponder satelit sebagai alat komunikasi sebesar Rp 535 miliar. Dengan satelit BRI membayar sekitar 295 juta dolar AS atau setara Rp 3,4 triliun.

“Kami akan balik modal selama 7 tahun, karena satelit usianya 17 tahun ya, ini tidak akan bisa ditiru pesaing,” pungkas dia. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.