Sabtu, 25 Maret 23

Pengamat: Putusan Sela PTUN Belum Final, Golkar Masih Status Quo

Pengamat: Putusan Sela PTUN Belum Final, Golkar Masih Status Quo

Jakarta, Obsessionnews – Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyatakan menghentikan eksekusi putusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) belum bersifat final mengikat. Dengan demikian kata dia, baik dari kubu Agung Laksono maupun Aburizal Bakrie tidak bisa saling mengklaim sebagai pengurus yang sah.

“Bagaimana pun juga putusan sela itu kan dengan sendirinya menghentikan eksekusi putusan Menkumham tapi belum tentu putusan final,” ujar Ray saat dihubungi, Rabu (1/4/2015).

Ray menjelaskan putusan tersebut bukan juga berarti menyatakan bahwa surat keputusan dari Menkumham Yasonna Laoly yang mensahkan kepengurusan Agung Laksono itu salah menurut prosedur. Sebab itu, kubu ARB tidak bisa mengklaim sebagai pihak yang menang dari sengketa tersebut.

“Sebab kalau ARB menyebut kembali kepada produk lama (Munas Riau) kan itu sudah dibatalkan oleh surat Menkumham itu meskipun surat Menkumham itu belum dieksekusi,” tandansnya.

Menurut Ray, Golkar saat ini masih status qou, belum diputuskan siapa Ketua Umum yang sah, begitupun perangkat fraksinya di DPR. Ia berharap kedua kubu bisa menunggu dengan kepala dingin hingga ada putusan final dikeluarkan.

“Jadi tidak dengan sendirinya karena belum dieksekusi kemudian kepengurusan ARB sah lagi, karena itu sudah diputuskan, nah itulah yang disebut status quo,” jelas dia.

Ia belum bisa memprediksikan siapa yang pada akhirnya menang dari konflik yang ada, baik kubu Agung maupun ARB sama-sama memiliki dalil yang kuat. Karena itu kata dia, konflik ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

“Apakah menerima gugatan ARB terkait Munas Ancol atau tidak, nah kalau tidak berarti putusan Menkumham bisa dijalankan. Kalau ternyata menerima berarti kepengurusan akan kembali ke ARB,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.