Minggu, 16 Juni 19

Pengamat Pertanyakan KPU Coret ICW Jadi Panelis

Pengamat Pertanyakan KPU Coret ICW Jadi Panelis
* Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. (foto: garudanews.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 semakin dekat. Beberapa tahapan pemilu pun telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), salah satunya penetapan panelis dalam debat pertama Pilpres 2019.

KPU bersama tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019 sepakat untuk menarik dua nama panelis pada debat pertama Pilpres 2019.

Kedua nama itu adalah mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjodjanto (BW) dan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo.

Dengan ditariknya dua nama tersebut, KPU dan tim kampanye bersepakat hanya ada enam panelis debat pertama. Enam nama tersebut adalah Prof Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI), Prof Bagir Manan (Mantan Ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (Ahli Tata Negara), Margarito Kamis (Ahli Tata Negara), dan Agus Rahardjo (Ketua KPK).

“Akhirnya kami memutuskan hanya ada 6 panelis setelah kami tadi malam bersepakat bersama, membahas bersama-sama dengan Bawaslu, ada tim paslon 01 dan 02,” kata Ketua KPU Arief Budiman saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Ditariknya dua nama panelis merupakan permintaan dari tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02. Kedua tim kampanye memutuskan untuk menarik kedua calon panelis dalam rapat yang digelar bersama KPU.

Karena itu, disepakati hanya ada enam nama panelis. Keenamnya saat ini telah menggelar rapat bersama KPU, membahas persiapan penyusunan pertanyaan debat.

Namun penarikan dua panelis yang dilakukan oleh KPU itu mendapat tanggapan dari pengamat pemilu, yakni Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. Ray mengaku kurang paham mengapa KPU mencoret Adnan sebagai panelis debat Pilpres 2019.

“Mungkin kalau BW iya, tapi kalau ICW kurang paham kenapa bisa ditarik. Siapa yang keberatan, dasar pertimbangannya apa? Apakah KPU tidak punya pandangan untuk mempertahankan ICW atau tidak,” ungkap Ray kepada Obsessionnews.com.

Pria kelahiran Mandailing Natal 20 Agustus 1969 ini mengaku bisa terima kalau BW tak ditunjuk menjadi Panelis, karena BW telah mendapat kritikan dari banyak pihak.

“BW juga masih menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan TGUPP ini masih berada di bawah struktur Gubernur DKI yang sudah menyatakan terbuka mendukung Prabowo,” tuturnya.

Tapi kalau ICW (Adnan), Ray sama sekali tidak mengerti apakah ada keberatan dari peserta, kalau ada keberatannya seperti apa? KPU harus menjelaskannya.

“Setidaknya KPU punya alasan yang cukup dipahami kenapa dia (Adnan) dicoret,” ungkap alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.

Pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini mengaku telah mengenal ICW. Dia mengatakan, kalau ICW bukan organisasi yang memiliki apliasi terhadap salah satu kandidat Pilpres 2019, baik secara struktural maupun faktual.

“Kalau BW punya kaitan strutural, dia berada di bawah koordinasi Gubernur Jakarta. Nah kalau ICW kan tidak ada keterikatan struktural,” jelasnya.

Harusnya ada proritas dari KPU. Kalau ada nama yang disepakati, didorong oleh peserta Pilpres itu sih monggo-monggo saja.

“Mestinya KPU juga bisa melihat, kalau ICW itu pilihan kami, seperti itu misalnya,” beber aktivis dan pengamat politik di Indonesi ini.

Jadi tidak hanya sekedar diterima atau ditolak oleh peserta Pilpres. “KPU juga harus mempunyai argumen yang kuat untuk memilih panelis,” pungkas Ray.

Sebagai informasi, debat Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali. Debat pertama rencananya dilakukan pada 17 Januari 2019. Pesertanya adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tema yang diangkat yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Debat pertama akan disiarkan oleh empat lembaga penyiaran, yaitu TVRI, RRI, KOMPAS TV, dan RTV. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.