Selasa, 4 Agustus 20

Pengamat: Partai Berkarya akan Sedot Suara Pemilih Hanura dan Nasdem

Pengamat: Partai Berkarya akan Sedot Suara Pemilih Hanura dan Nasdem
* Tommy Soeharto (berkaca mata) bersama kaderkader Partai Berkarya dalam sebuah acara. (Foto: Facebook Partai Berkarya)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perjuangan para fungsionaris dan kader Partai Berkarya berbuah manis, yakni partai baru lolos verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan berhak menjadi peserta Pemilu 2019. Partai ini didirikan oleh mantan politisi Partai Golkar yang juga putra Presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau yang populer dengan sapaan Tommy Soeharto.

Semula Tommy menduduki kursi Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, kemudian terpilih sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Berkarya di Hotel Lorin Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/3/2018). Tommy menggantikan Neneng A Tutty.

Pengamat politik Muchtar Effendi Harahap menilai Partai Berkarya pada prinsipnya menggunakan identitas mantan Presiden Soeharto. Hal ini seperti PDI-P menggunakan identitas mantan Presiden Soekarno. Dari sisi sosiologis atau basis massa tidak terlepas dari basis massa parpol-parpol keturunan Golkar era Soeharto.

Muchtar Effendi Harahap
Pengamat politik yang  juga Ketua Tim Studi Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap.

“Partai Berkarya akan bersaing merebut pemilih  segmen massa Golkar era Soeharto, seperti Partai Golkar, Hanura, dan  Nasdem. Saya memprediksi suara pemilih Hanura dan Nasdem akan tersedot oleh Partai Berkarya,” kata Muchtar ketika dihubungi Obsessionnews.com, Senin (12/3).

Ketua Tim Studi Network for South East Asian Studies (NSEAS) ini berpendapat popularitas Tommy menguntungkan Partai Berkarya. Popularitas Tommy sangat dibayang-bayangi popularitas ayahnya.

“Secara kelembagaan seharusnya Tommy tidak sulit merekrut kader-kader di daerah, karena realitas objektif di daerah masih simpatik terhadap Soeharto, terutama dari kelompok mantan perwira militer dan keluarganya,” tegas Muchtar.

Menurutnya, untuk merebut hati rakyat  tentu Partai Berkarya harus mampu segera memperkuat kelembagaan hingga tingkat kecamatan minimal, kalau bisa tingkat desa. Muchtar yakin penguatan kelembagaan ini tidak begitu terkendala bagi Tommy karena ia dan keluarganya memiliki kemampuan dana besar.

“Jika dia gunakan dana keluarga untuk ernyatan kelembagaan, terutama komponen fasilitas dan sumber daya manusia (SDM), partai ini akan dapat berkomunikasi langsung dengan rakyat di lapisan strata menengah bawah, dan bisa lancar merebut hati rakyat,” tandas Muchtar.

Langkah berikutnya, katanya lagi, Partai Berkarya harus mampu merumuskan kendala, permasalahan dan kegagalan rezim kekuasaan sekarang mengurus pemerintahan dan rakyat. Lalu Partai Berkarya memberi solusi ke depan, sehingga rakyat memiliki harapan masa depan lebih baik.

Muchtar mengungkapkan, isu politik nasional yang tepat dan cocok sebagai jati diri Partai Baerkarya untuk dipublikasikan yakni isu amandemen UUD 1945. Sangat banyak penolak amandemen UUD 1945 ini adalah mantan pendukung rezim Orde Baru, terutama dari kalangan mantan perwira militer.

“Isu ini sangat strategis untuk dimainkan Partai Berkarya agar memberi batas jelas identitas partai ini yang tidak sama dengan partai pendukung rezim kekuasaan sekarang, yang cenderung bersikap kartel dan transaksional, tanpa peduli kepentingan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (arh)

 

Baca Juga:

Tommy Soeharto Resmi Pimpin Partai Berkarya

Tommy Soeharto Dikukuhkan Jadi Ketua Umum Partai Berkarya

Partai Tommy Soeharto Resmikan Maritim Berkarya

Tak Lolos Verifikasi KPU, Partai Tommy Soeharto Ajukan Gugatan

Tommy Soeharto Tegaskan Partai Berkarya Harus Kuasai Parlemen

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.