Jumat, 20 Mei 22

Pengalaman ‘Uniek’ Penumpang Lion

Pengalaman ‘Uniek’ Penumpang Lion

Jum’at 6/7/18 adalah hari paling bahagia bagi para penumpang Lion, JT 287 KLIA-CGK.

Kenapa?  Jadwal penerbangan yang semestinya pukul 7.30 berubah menjadi pukul 12.00. Dan semua penumpang diminta turun oleh suara pramugari yang “lembut”, tentu saja dengan lebih dulu minta maaf  “yang sebesar-besarnya”. Para penumpang sedikit “gaduh” ada yang percaya ada yang tidak.  Ada bertanya,  maka spontanitas dijawab,  “Masalah teknis pak,  nanti akan kami  informasikan pada penumpang. Ada yang masih belum sempurna duduknya,  kaget,  karena tentu saja harus membawa lagi “hand bag” mereka masing-masing.

Tiba-tiba penumpang dibawa ke luar “waiting room” , melewati penumpang pesawat berikutnya yang sedang menunggu. Dibawa ke loket counter  Lion,  katanya mau diberi nasi bungkus. Di antara penumpang ada yang mengajukan agar diganti rugi uang kembali dan membatalkan keberangkatannya.  Ada juga yang minta bookingkan hotel,  tiba-tiba petugas lain bilang pesawat akan diberangkatkan jam 9.30, harap  semua penumpang kembali lagi ke ruang tunggu.  Artinya, semua tuntutan penumpang gagal termasuk nasi kotak pun gagal. Malah,  waktu masuk ruang tunggu,  diperiksa kembali seperti  “Barisan para penjahat” sehingga cukup melelahkan dan makan waktu. Padahal tak jelas apa sebenarnya yang terjadi. Setelah dalam pesawat,  pun tak jelas apa yang ditunggu berlama-lama,  sehingga di antara penumpang ada yang berteriak “lapaarr… “, bahkan ada yang berteriak “gobloookkk... “Sementara deretan penumpang baru terus bernaikan ke pesawat”.

Kenapa tiba-tiba Lion dengan sejuta promosi sampai kehilangan rasa kemanusiaan,  tak seteguk air pun dihidangkan,  padahal kalau  maskapai yang bersalah dia cukup minta maaf,  tapi kalau penumpang salah langsung dipinalti,  setidaknya tiket hangus. Layakkah penerbangan Lion mengudara ? Seorang penumpang komentar, sambil melihat symbol Lion,  “Salah sendiri kenapa bawa singa yang gak punya sayap,  Ya gak bisa terbang lah”.  He… he… hee…

 

Jakarta, 7 Juli 2018

Abdurrahman Lubis

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.