Jumat, 17 September 21

Pengajar Nuklir Indonesia Dipakai Negara Lain

Pengajar Nuklir Indonesia Dipakai Negara Lain

Jakarta, Obsessionnews – Ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam mengelola teknologi nuklir guna menghasilkan energi listrik (PLTN) ditanggapi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan serius.

Memang, pembangunan PLTN membutuhkan biaya besar dan waktu yang panjang. Selain itu, wilayah Indonesia yang masuk ke daerah ring of fire, menurut Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto, bisa diatasi dengan memilih kawasan paling aman.

Terkait SDM, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN Sudi Arianto mengatakan, warga Indonesia sebenarnya mampu mengoperasikan teknologi apapun yang ada di dunia. Pusdiklat sendiri, ada guna melatih SDM di bidang ketenaga nuklir-an.

Asal tahu saja. Hingga saat ini, Indonesia sebenarnya sudah memanfaatkan energi nuklir untuk kepentingan medis dan pangan. Di bidang kesehatan, dibuat radio isotop. Sementara di bidang makanan, banyak produk pertanian seperti padi yang diproduksi BATAN.

Di bidang pengembangan SDM, hingga saat ini Indonesia menurut Sudi, sudah melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga serupa BATAN dari negara lain.

“Pusdiklat BATAN, melakukan pelayanan ISO 9001 dari SIE global. BATAN, melakukan kerjasama dengan lembaga lain dan negara lain di dalam pelatihan,” kata Sudi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/6).

Sudi menyebutkan, kerjasama tersebut antara lain dengan Rosatom (Rusia) dan badan tenaga atom Jepang, serta Amerika Serikat.

Kerjasama antara BATAN dengan Rusia, misalnya. Negara komunis tersebut boleh menggunakan materi pelatihan yang dikembangkan Indonesia. Begitu juga sebaliknya.

“Pengajar dari rusia bisa mengajar di BATAN. Banyak juga SDM BATAN yang dipakai badan atom internasional untuk mengajar di negara-negara lain. Ini salah satu pengakuan terhadap SDM kita,” jelas Sudi. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.