Sabtu, 16 Oktober 21

Pengacara OC Kaligis Jadi Tersangka

Pengacara OC Kaligis Jadi Tersangka

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru dengan menetapkan pengacara senior Otto Cornelis (OC) Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara.

“Memang sudah ada Sprindik dan ditetapkan OCK sebagai tersangka,” ungkap Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adjie saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/7/2015).

Penetapan OC Kaligis sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus operasi tangkap tangan KPK di PTUN Medan pada 9 Juli 2015. Lima orang terjaring dalam operasi tersebut karena diduga melakukan praktek suap, termasuk pengacara M Yagari Bhastara alias Gerry yang diduga anak buah Kaligis.

Hari ini, Kaligis mendatangi gedung KPK. Sekitar pukul 15.48 WIB ia tiba dengan dengan didampingi penyidik. Namun, Ketua Mahkamah Partai Nasional Demokrat itu tidak memberikan pernyataan kepada wartawan. Dia hanya sempat melempar senyum sambil menuju ruang pemeriksaan.

“Tidak ada jemput paksa, dan OCK dengan berjiwa besar bersedia untuk diperiksa sore ini,” jelas Indriyanto sekaligus mengklarifikasi berita yang menyebutkan OC dijemput paksa penyidik.

Otto sendiri telah dicegah bepergian ke luar negeri bersama lima orang lainnya. Nama lain yang dicegah antara lain Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti, pengacara dari kantor OC Kaligis yakni Julius Irawansyah Mawarji, Julius Irawansyah Mawarji, Yulinda Tri Ayuni dan Yeni Oktarinan Misnan.

KPK sudah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini yaitu sebagai penerima suap terdiri atas Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota majelis hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG) serta panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY), serta M Yagari Bhastara Guntur (MYB) alias Gerry sebagai penyuap.

Tindak pidana korupsi itu terkait dengan proses pengajuan PTUN di Medan yang dilakukan oleh mantan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis atas terbitnya sprinlidik (surat perintah penyelidikan) dalam perkara penyalahgunaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, 2013 dan 2014. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.