Senin, 29 November 21

Penetapan Tersangka Gatot dan Istrinya Via SMS Diprotes

Penetapan Tersangka Gatot dan Istrinya Via SMS Diprotes

Jakarta, Obsessionnews – Razman Arief Nasution, pengacara Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Razman untuk menanyakan tentang kepastian status hukum kliennya.

Razman mengatakan hingga kini pihaknya belum diberi tahu secara resmi mengenai status baru yang disandang Gatot dan Evi yang disebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Ia baru mendengar kabar tersebut melalui media massa.

“Saya belum diberi tahu tentang status dari klien saya yang katanya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” ujar Razman di gedung KPK, Jaksel, Rabu (29/7/2015).

Sebagai kuasa hukum, Razman mengatakan pihaknya seharusnya diberi tahu secara resmi mengenai perkembangan proses hukum yang dihadapi Gatot dan Evi. Dengan demikian, tim kuasa hukum dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membela pasangan suami istri itu.

“Idealnya menurut saya status itu diberi tahu, karena kami memberikan surat kuasa termasuk proses penundaan. Apa sih susahnya. Biasanya kan KPK selalu rajin menggelar konferensi pers, menyampaikan perkembangan proses penyelidikan, tapi kok beredar melalui SMS,” katanya.

Razman menuding, ada motif politik di balik penetapan tersangka Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti. Menurut pengacara yang baru keluar dari penjara tersebut sejak awal melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor PTUN Medan, KPK sudah menjadikan Gatot sebagai target.

“Kemarin malam, kuasa hukum Gerry mengatakan bahwa penyidik KPK waktu menangkap KPK mengatakan Gerry bukan target. Ada unsur politik,” ungkap Razman.

Meski demikian, ia memastikan kliennya akan kooperatif jika KPK  memanggil Gatot dan istrinya, Evi Susanti, untuk diperiksa sebagai tersangka. KPK telah menetapkan Gatot dan Evi sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

“Untuk apa dijemput paksa, beliau pasti akan datang kalau dipanggil, cuma kiita sesuaikan waktunya,” kata dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.