Sabtu, 20 April 19

Penerbangan Garuda Indonesia ke Banyuwangi Tingkatkan Wisata

Penerbangan Garuda Indonesia ke Banyuwangi Tingkatkan Wisata
* Maskapai BUMN Garuda Indonesia.

Jakarta, Obsessionnews.com – Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi membuka jalur penerbangan Jakarta-Banyuwangi p-p mulai Jumat (8/9/2017) kemarin. Penerbangan perdana Garuda Indonesia ini diyakini akan meningkatkan potensi wisata di Banyuwangi. Sebab, Garuda Indonesia akan memudahkan perjalanan wisatawan untuk berkunjung.

Pesawat Garuda Indonesia memulai penerbangan tersebut dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Pesawat jenis Bombardier CJ 1000 dengan kapasitas 96 penumpang berangkat dari Jakarta pukul 14.15 WIB, dan mendarat di Banyuwangi pukul 15.55 WIB. Penerbangan juga bisa dilakukan melalui Bandara Juanda, Surabaya.

“Ini ujungnya akan mengembangkan Banyuwangi, khususnya di sektor pariwisata. Dan saya yakin, kunjungan wisata Banyuwangi akan terus meningkat seiring penerbangan ke Banyuwangi yang kian semarak,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Senin (11/9/2017).

Dengan adanya penerbangan baru dari Garuda Indonesia, Arief yakin jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi tahun ini akan tembus 150.000 orang. Pasal wisatawan domestik dari tahun ke tahun terus melonjak dari 500.000 wisatawan pada 2010 menjadi kisaran 4 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara (wisman) naik dari kisaran 7.000 menjadi 75.000 wisman.

“Pertumbuhan angka kunjungan wisatawan Banyuwangi pesat. Selain akses yang makin mudah, destinasi dan fasilitas penunjangnya makin lengkap, termasuk ada 72 atraksi festival dalam setahun,” kata Arief.

Kedatangan penerbangan perdana ini pun disambut secara meriah dengan prosesi water cannon dan suguhan tarian tradisional khas Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengembangan Banyuwangi.

“Inilah wujud gotong-royong, pemerintah pusat, daerah, dan BUMN terus membantu meningkatkan konektivitas,” ujar mantan Anggota DPR RI ini.

Menurut Anas, hari ini adalah hari bersejarah bagi Banyuwangi. Dia lantas mengenang, dulu tahun 2008 saat masih menjadi anggota DPR, dia memimpikan Banyuwangi yang terletak di ujung timur Jawa bisa mudah diakses. Dan kenyataan itu sekarang menjadi kenyataan.

“Dulu saya mikir, apa bisa ya? Lalu jadi bupati 2010, mikir lagi, apa bisa ya? Saya lobi kanan-kiri, ke maskapai, ke kementerian, ke provinsi. Ternyata bisa, sekarang ada enam penerbangan per hari ke Banyuwangi. Dan ini mendorong ekonomi, buktinya pendapatan per kapita kami naik hingga hampir 99 persen dalam lima tahun, kemiskinan turun,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.