Minggu, 20 Oktober 19

Penembakan Masjid Norwegia, Lukai Jamaah

Penembakan Masjid Norwegia, Lukai Jamaah
* Polisi mengatakan terduga pelaku tampaknya bertindak sendirian. (BBC)

Seorang pria kulit putih yang membawa sejumlah senjata melakukan penembakan di Masjid Islamic Center al-Noor yang berada di distrik Baerum, Oslo, Norwegia, Sabtu (10/8/2019), melukai seorang jemaah sebelum ditangkap.

Pemimpin dewan masjid mengungkapkan, penyerang berkulit putih itu mengenakan helm dan seragam. Menurut saksi mata, pria tersebut membawa banyak senjata. “Seorang pria etnis Norwegia dengan senapan dan pistol memasuki masjid dan memecahkan kaca jendela. Dia mulai menembak di sekelilingnya,” kata Mushtaq, saksi mata.

Polisi belum tahu pasti motivasi pelaku penembakan di masjid itu, namun polisi hanya menduga bahwa tindakan penembakan tersebut digolongkan sebagai kemungkinan aksi terorisme

Pernyataan itu dikeluarkan setelah seorang pria ditangkap menyusul penembakan di Al-Noor Islamic Centre tersebut. “Kami menyelidiki kasus ini sebagai percobaan melakukan aksi terorisme,” kata Wakil Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dalam jumpa pers.

Seorang pria di masjid berhasil melumpuhkan pria bersenjata yang mengeluarkan tembakan dan ia mengalami “luka ringan” dalam peristiwa itu.

Belakangan, seorang perempuan ditemukan tewas di rumah tersangka, kata Rune Skjold. Ia menambahkan bahwa pria itu sekarang dicurigai telah membunuh seorang kerabatnya.

“Kami menganggap ini kematian yang mencurigakan… Orang yang meninggal itu terkait dengan orang yang ditangkap sebelumnya hari ini,” ujarnya.

Polisi mengatakan pria kulit putih itu bertindak sendiri ketika menyerang masjid. Terduga pelaku, kata Skjold, adalah seorang “pria Norwegia” dan telah masuk catatan pihak berwenang sebelum melancarkan aksi tetapi tidak dapat disebut sebagai seseorang yang memiliki “latar belakang kejahatan”.

Lebih lanjut Skjold menuturkan bahwa pria itu tampak mempunyai pandangan “kanan-jauh” dan “antiimigran”. Ia juga tampak bersimpati kepada Vidkun Quisling, pemimpin pemerintahan Norwegia yang bersekongkol dengan Jerman selama pendudukan Nazi.

Sementara itu, ketua takmir masjid mengatakan hanya terdapat tiga orang di dalam masjid ketika serangan dilancarkan dan korban luka adalah seorang jemaah berusia 75 tahun.

“Salah satu jemaah kami telah ditembak oleh seorang pria kulit putih yang mengenakan helm dan seragam,” kata Irfan Mushtaq kepada surat kabar lokal Budstikka.

Ia kemudian mengatakan kepada saluran televisi lokal TV2 bahwa si penyerang “membawa dua senjata mirip shotgun dan sebuah pistol. Ia mendobrak pintu kaca dan melepaskan tembakan.”

Masjid itu sebelumnya menempuh langkah-langkah keamanan tambahan setelah seorang pria bersenjata membunuh 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Maret tahun ini. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.