Rabu, 20 Oktober 21

Penegakan Hukum Sampah Plastik Masih Lemah

Penegakan Hukum Sampah Plastik Masih Lemah

Jakarta, Obsessionnews – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mencatat penggunaan plastik hingga kini mencapai 300 lembar dalam sehari dari 90 gerai yang ada di Indonesia. Artinya, 9,85 miliar lembar plastik terkumpul setiap tahunnya.

Pakar sampah asal Jerman, Benjamin Bongart, mengatakan, plastik baru bisa terurai di dalam tanah selama 450 tahun. Sulitnya penguraian bahan plastik disebabkan material di dalamnya mengandung minyak bumi yang terikat dengan antarmolekul molekul yang tidak disukai bakteri.

Dalam hal ini Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai, penegakan hukum dalam Undang-Undang (UU) berkaitan dengan sampah plastik di Indonesia masih lemah.

“Indonesia memiliki banyak UU terkait sampah plastik, tapi penegakan masih rendah. Semua pihak harus bertanggung jawab,” jelasnya kepada Obsessionnews.com, Senin (7/3/2016).

Selain itu ia menuturkan, sektor swasta juga harus bertanggung jawab dalam kondisi tersebut, salah satunya perusahaan yang mengahasilkan produk berbahan plastik.

“Contoh sederhananya pemulung. Mereka itu menolong kita karena setiap hari ambil botol plastik bekas air mineral dan bahan plastik lainnya di jalanan, bahkan di tempat sampah. Ya harusnya pihak perusahaan yang berkaitan bisa membantu mereka, jangan cuma ambil untungnya doang,” pungkas Tulus. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.