Sabtu, 25 September 21

Pendukung Yakin 100% Ahok Tidak Akan Jadi Tersangka

Pendukung Yakin 100% Ahok Tidak  Akan Jadi Tersangka
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Para pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang tergabung dalam komunitas ‘Teman Ahok’, yakin 100% Ahok tidak akan menjadi tersangka dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras di Grogol, Jakarta Barat. (Baca: Borgol Ahok Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya indikasi kerugian daerah sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan itu. Hal itu diungkap dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2014. (Baca: Terkait RS Sumber Waras, DPRD DKI Laporkan Ahok ke KPK)

“Kami santai aja. Dan kami yakin 100% Ahok tidak akan jadi tersangka,” kata juru bicara ‘Teman Ahok’ Amalia Ayuningtyas ketika dihubungi Obsessionnews.com Rabu (25/11/2015) pagi.

Kasus RS Sumber Waras merupakan salah satu serangan yang dilancarkan lawan-lawan Ahok. Mereka menginginkan Ahok dijadikan tersangka dan menghuni hotel prodeo. Mereka ingin Ahok dipecat sebagai Gubernur DKI. Selain itu mereka juga berupaya keras agar Ahok tidak bisa mengikuti Pilkada DKI 2017 mendatang.

Lia, panggilan akrab Amalia Ayuningtyas, menganggap serangan tersebut sebagai konsekuensi pemimpin ‘gila’ seperti Ahok.

“Yang Ahok benahi kan memang banyak membuat gerah banyak orang. Barangkali mereka pikir Ahok sendirian. Mereka salah. Sekarang ratusan ribu orang yang sudah menyatakan berdiri bersama Ahok. Para koruptor yang ada di partai politik (parpol) dan pejabat di instansi negara sudah tidak bisa seenaknya bikin serangan terhadap Ahok. Ada kami yang memelototi setiap kejadian tiap hari. Hari ini para mafia dan begal anggaran publik tidak hanya berhadapan dengan Ahok, tetapi juga dengan kami,” tandasnya.

‘Teman Ahok’ bertugas mengumpulkan sejuta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat Ahok untuk mendapat tiket berlaga di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Aksi menghimpun KTP dilakukan sejak Juni 2015. Hingga Selasa (24/11) telah terkumpul 436.956 KTP. (Baca: Wow, KTP Untuk Ahok Libas 9 Partai)

Dan hebatnya, perolehan KTP untuk Ahok tersebut mengalahkan perolehan suara sembilan parpol pada Pemilu 2014 di DKI. Secara meyakinkan Ahok menaklukkan PKS (424.400 suara), Golkar (376.221 suara), Partai Demokrat (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara).

Kini tinggal tiga partai yang suaranya masih di atas KTP untuk Ahok, yakni PPP (452.224 suara), Partai Gerindra (592.472 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). ‘Teman Ahok’ optimis sebentar lagi bakal melampui ketiga parpol tersebut. Hal ini berarti Ahok bakal menggilas perolehan suara semua parpol. (Baca: Hebat! Sebentar Lagi Ahok Bakal Gilas Semua Parpol)

Ahok memutuskan memilih jalur independen setelah hengkang dari Gerindra pada 2014. Untuk saat ini baru Ahok yang secara resmi menyatakan akan berlaga di Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen. Sementara itu sejumlah tokoh yang disebut-sebut akan bertarung di Pilkada tersebut, antara lain Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, politisi Sandiaga Uno, dan politisi PKS Nur Mahmudi Ismail, belum memutuskan akan maju melalui jalur parpol atau jalur independen.

Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI pada 19 November 2014, menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih menjadi presiden. Semenjak menduduki kursi DKI-1 popularitas Ahok meroket. Suvei yang dilakukaan oleh sejumlah lembaga survei menunjukkan mayoitas warga DKI merasa puas dengan kinerja Ahok dan menginginkan Ahok memenangkan Pilkada DKI 2017.

Melambungnya popularitas Ahok membuat lawan-lawannya seperti kebakaran jenggot. Berbagai upaya dilakukan untuk menjegal Ahok, dan salah satu di antaranya mengangkut kasus RS Sumber Waras.

BPK telah memeriksa Ahok dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras selama sembilan jam di Gedung BPK, Senin (23/11/2015). Selanjutnya BPK akan menyerahkan hasil audit investigasi pembelian lahan RS Sumber Waras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ahok akan melawan KPK jika ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. “Kalau KPK sampai menersangkakan saya dengan alasan tidak jelas, berarti takdir saya juga melawan oknum KPK. Top banget, republik ini saya lawan semua,” katanya di Balai Kota, Selasa (24/11/2015).

Sebelumnya Ahok telah berkali-kali menuding BPK tendensius dalam melakukan audit investigasi pembelian lahan RS Sumber Waras. Dia justru mengaku senang karena hal itu menambah panjang rekor lawannya, yakni BPK. (arif rh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.