Sabtu, 28 Januari 23

Pendiri Go-Jek Siap Berbagi Ilmu dengan Taksi Konvensional

Pendiri Go-Jek Siap Berbagi Ilmu dengan Taksi Konvensional
* Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim.

Jakarta, Obsessionnews – Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim masih tidak paham dengan tuntuan para taksi dan supir angkot yang meminta angkutan berbasis aplikasi ini diblokir oleh pemerintah. Padahal kata dia, aplikasi ini adalah hasil karya anak bangsa.

“Saya juga kurang ngerti sebenarnya. Sepertinya banyak orang yang susah memahami, ujung-ujungnya adalah masalah kompetisi bisnis, itu saja sebenarnya,” kata Nadiem usai pertemuan di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2016) malam.

Namun demikian, Nadiem tetap menanggapi positif tuntutan para supir taksi konvensional‎. Ia pun bersedia membuka komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait, untuk membuat aturan baru tentang bisnis angkutan umum aplikasi.

Termasuk jika diminta untuk berbagi ilmu dengan taksi konvensional soal layanan transpotasi online. Nadiem juga mengaku siap, untuk memberikan ilmunya. Teknologi kata dia, adalah tuntutan jaman yang tidak bisa dihindari

“Kita sudah komit kok, sudah berapa lama kita mengatakan, Go-Jek sebagai karya anak bangsa siap membantu,” kata dia.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan pihaknya akan segera mengatasi persoalan ini dengan meminta bantuan Menteri Perhubungan dan Menteri Komunikasi dan Informasi. Ia berjanji pemerintah akan membuat aturan yang adil bagi kedua pihak.

Nadiem Makarim menyayangkan sikap unjuk rasa yang terjadi kemarin. Kondisi tersebut membuat pihaknya membuka tangan dengan membantu para sopir konvensional untuk berjalan dengan seiringan, sebab mengingat masih banyak warga yang membutuhkan pelayanan dari keduanya.

“Ayo, siapa yang mau dibantu, kami siap. Tapi kok sampai sekarang gak ada yang nyamperin kami?” papar Pendiri Aplikasi Oniline Go-Jek ini.

Ia melanjutkan, Aplikasi yang ia buat sendiri tersebut merupakan kepemilikan bersama yang artinya buatan negeri dengan perlu dukungan pengembangan supaya produk nasional memiliki tempat sendiri di masyarakat.

“Tugas pemerintah bagaimana konvensional dan online ini bisa berjalan kedua-duanya dengan asas keadilan, keduanya harus tetap berjalan,”pungkas Nadiem. (Albar/Aprilia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.