Selasa, 16 Oktober 18

Ticket to Life, Gerakan Pramuka Sentuh Anak Jalanan di Sekolah-sekolah

Ticket to Life, Gerakan Pramuka Sentuh Anak Jalanan di Sekolah-sekolah
* Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Brata T. Hardjosubroto saat berkunjung ke SMPN 3 Depok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepedulian Gerakan Pramuka dalam dunia sosial tudak hanya dalam penanganan bencana atau gotong royong di lingkungan masing-masing. Lebih dari itu, Gerakan Pramuka juga fokus melakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan atau kaum duafa melalui program Ticket to Life (TTL) yang dicanangkan oleh organisasi Pramuka Dunia (WOSM).

Program yang dimulai pada 2007 ini sudah menyasar berbagai negara termasuk Indonesia. Hampir 3.000 anak jalanan mengikuti program ini, dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah sampai 12.000. Gerakan Pramuka menjadi media bagi mereka untuk belajar berkembang, menumbuhkembangkan bakatnya sehingga anak jalan menjadi lebih percaya diri.

Meski belum maksimal, program TTL di Indonesia sudah berjalan. Misalnya di SMPN 3 Depok, Jawa Barat. Sekolah ini membuka kelas khusus untuk anak-anak jalanan atau kaum duafa. Selain menerima materi pelajaran umum, para siswa juga menerima materi pendidikan wajib kepramukaan melengkapi pendidikan sekolah.

“Posisi Gerakan Pramuka adalah mitra sekolah yang juga konsen memberikan pendidikan tambahan bagi anak-anak jalanan di luar jam sekolah. Mereka terus dilatih dan diasah karakternya agar mampu menjadi orang lebih percaya diri dengan bakat dan keterampilannya masing-masing,” ujar Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Hubungan Luar Negeri Brata T. Hardjosubroto, Sabtu (18/3/2018)

Brata sempat mendatangi sekolah tersebut untuk melihat perkembangan kepramukaan di sana, khususnya untuk anak-anak jalanan. Menurutnya, dengan ikut Pramuka arah kehidupan mereka bisa menjadi baik. Sebab, di sana mereka diajarkan untuk lebih disiplin, menghargai orang lain, berbagi kepada sesama, dan lebih giat.

“Dengan di Pramuka kehidupan mereka bisa lebih terpola, lebih disiplin, pikiran mereka juga bisa lebih terbuka untuk melihat suatu persoalan,” tandasnya.

Menurutnya dengan semakin banyak anak jalanan yang dibina, maka beban negara untuk mengurangi kemiskinan dan kebodohan semakin ringan. Karenanya program ini dinilai sangat strategis untuk menciptakan ketahanan nasional. Memang diakui hal itu tidak mudah karena tidak semua sekolah mau menerima anak jalanan. Untuk itu, dibutuhkan peran serta dari semua pihak termasuk pemerintah.

“Di Depok sendiri anak-anak jalan dibiayai oleh pemerintah setempat. Saya kira ini bisa dilakukan di tempat lain, dan peran Pramuka melalui Gugus Depan yang ada di sekolah punya kewajiban untuk membantu pendampingan terhadap mereka,” jelasnya.

Kehadiran Brata ke SMPN 3 Depok juga dalam rangka persiapan kunjungan Tim TTL dari Thailand ke Jakarta dan Yogyakarta 11-15 April 2018. Selain di Depok, program TTL juga sudah berjalan di Kemayoran, Jakarta. Gerakan Pramuka terlibat aktif melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap mereka. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.