Senin, 10 Desember 18

Bangga, Putri Penjual Cilok Ini Jadi Lulusan Terbaik Unair

Bangga, Putri Penjual Cilok Ini Jadi Lulusan Terbaik Unair
* Nur Syamsiyah (kedua dari kanan). (Foto: Twitter Unair Surabaya)

Surabaya, Obsessionnews.com – Nur Syamsiyah dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Putri seorang penjual cilok itu mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mendekati sempurna, yakni 3,90.

Sejak diwisuda menjadi sarjana sosial Unair Surabaya dua hari lalu, perempuan berkerudung itu terus sibuk menerima ucapan selamat dari teman-teman kampus, kerabat hingga keluarga dekatnya.

Ia dan keluarganya begitu bangga atas prestasi akademik yang diraihnya. Bagaimana tidak, Syam, panggilan akrabnya, berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya seorang penjual cilok. Sementara ibunya seorang penjual nasi kotak.

“Saya justru bangga, orangtua saya penjual cilok, saya lulusan terbaik. Semoga menjadi inspirasi bagi semuanya,” kata perempuan kelahiran Surabaya, 5 Maret 1997 itu di kampus Unair Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Lahir di tengah keluarga yang sederhana, Syam menjalani masa perkuliahan dengan tekun. Tidak jarang, dia harus mencari peluang pekerjaan untuk menambah penghasilan keluarga.

Syam hanya membutuhkan waktu 4 tahun untuk bisa menamatkan kuliahnya. Masuk kuliah sejak 2014, sejumlah pekerjaan sampingan pernah dijalankan seperti menjadi guru ngaji, hingga menjadi tenaga peneliti.

“Saya juga pernah menjadi kasir di tempat rental game selama sebulan,” ungkapnya.

Syam berencana melanjutkan kuliah di jenjang pascasarjana. Unair sendiri telah menawari Syam untuk berkuliah kembali tanpa tes dan tanpa biaya. Namun dirinya masih mempertimbangkan tawaran itu.

“Ini kesempatan emas bagi saya. Dosen-dosen saya juga menyarankan agar diambil. Tapi, sambil jalan, saya coba daftar S2 di luar negeri. Saya ingin di Lund University Swedia,” ujarnya.

Lulus pascasarjana nanti, Syam ingin kembali ke kampus. Kali ini bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai tempat pengandian baru. Syam berangan-angan menjadi seorang dosen.

“Karena dengan menjadi pendidik, saya bisa memberikan kontribusi gagasan dan pemikiran untuk membangun bangsa,” tuturnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.