Jumat, 27 Mei 22

Penderita Tuberkulosis di Indonesia Peringkat Empat Dunia

Penderita Tuberkulosis di Indonesia Peringkat Empat Dunia

Jakarta, Obsessionnews – Ternyata penderita Tuberkulosis di Indonesia menempati peringkat keempat di dunia. Di Indonesia, meskipun hingga akhir 2013 prevalensinya menurun signifikan beberapa tahun terakhir, jumlah penderita tuberkulosis di Indonesia masih terbilang tinggi.

Prevalensi tuberkulosis di Indonesia pada 2013 ialah 297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus. Total kasus hingga 2013 mencapai sekitar 800.000-900.000 kasus.

Masyarakat Indonesia, sebagai salah satu negara penderita TB terbanyak di dunia, bahwa dengan kemajuan teknologi sekarang ini diharapkan akan menjadi jawaban pencegahan dan pengobatan penyakit tuberkulosis.

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat penting dunia. Sejak 1992, World Health Organization (WHO) telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency.

Laporan WHO tahun 2004 menyatakan masih terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis di tahun 2002. Menurut data WHO persebaran terbesar kasus TB terjadi di Asia tenggara yaitu 33 % dari seluruh kasus di dunia.

Sementara, keterangan resmi yang diterima Obsessionnews, Rabu (23/12/2015), Ahli Bedah Cardiothoratic RS Gleaneagles Singapura Dr. Su Jang Wen mengatakan, bahwa negara-negara Asia Tenggara yang memiliki beban tertinggi penyakit tuberkulosis perlu belajar dari negara yang sukses menanggulangi tuberkulosis.

“Upaya pemberantasan TB perlu melibatkan kemitraan yang luas. Kemitraan tak sekadar menyangkut pendanaan, melainkan dalam hal akses terhadap teknologi dan penanganan terbaru dalam menghadapi penyakit ini,” ungkap Dr. Su Jang Wen.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan dan biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini menyebar melalui udara, ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Umumnya infeksi TB bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahak, demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.