Kamis, 16 September 21

Pendapatan Turun Utang Astra Juga Menyusut

Pendapatan Turun Utang Astra Juga Menyusut

Jakarta, Obsessionnews – Grup Astra menghadapi penurunan konsumsi domestik. Persaingan di pasar mobil, pelemahan harga komoditas serta anjloknya kualitas kredit korporasi dalam sembilan bulan pertama tahun 2015 ini, membuat kontribusi dari seluruh segmen bisnis menurun, kecuali alat berat dan pertambangan.

Pendapatan bersih konsolidasian Astra, menurun 8 persen menjadi Rp 138,2 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2015. Ini, lebih disebabkan penurunan di segmen otomotif, alat berat dan pertambangan serta agribisnis. Laba bersih pun dicatatkan menurun 17 persen menjadi Rp 12,0 triliun.

Seperti data yang disuguhkan Astra Internasional (AI), nilai aset bersih per saham tercatat sebesar rp 2.478 pada 30 September 2015. Dan ini, meningkat 5 persen ketimbang posisi akhir tahun 2014.

Posisi utang bersih secara keseluruhan di luar anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan pada 30 September 2015 sebesar Rp 283 miliar. Ini, lebih kecil ketimbang akhir tahun 2014 lalu yang mencapai Rp 3,3 triliun karena penerimaan modal kerja kuat.

Anak perusahaan AI yang bergerak di bidang jasa keuangan, mencatatkan utang bersih sebesar Rp 47,5 triliun ketimbang akhir 2014 yang mencapai Rp 45,9 triliun.

Aktivitas bisnis pun masih meliputi enam lini utama yakni, otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, logistik, serta teknologi informasi.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.