Selasa, 26 Oktober 21

Pencuri Merangkap Detektif

Pencuri Merangkap Detektif
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

Membaca novel detektif karya Maurice LeBlanc, The Return of Arsene Lupin, selain mengasyikkan jalan ceritanya. Juga inspiratif, buat diriku yang lagi memeras otak bagaimana dalam menjalankan program bela negara itu bukan hanya soal hard skill seperti latihan militer, baris-berbaris maupun latihan tembak-menembak, melainkan juga mendayagunakan soft skill sumber daya manusia bangsa kita dalam menghadapi ancaman global dan model peperangan gaya baru yang bersifat nir-militer yang dilancarkan kekuatan-kekuatan global.

Tokoh utama Maurice LeBlanc, Arsen Lupin, merupakan kombinasi menarik antara seorang pencuri merangkap detektif. Paradoks kan? Pencuri adalah orang yang melanggar hukum, tapi juga detektif yang biasanya simbol aparat penegak hukum.

Namun di sinilah novel ini jadi inspiratif. Di tangan para pemimpin bangsa yang visioner, bakat khusus seorang pencuri pun bisa dimanfaatkan aspek positifnya. Passion seorang pencuri biasanya didorong jiwa bawaannya untuk menikmati petualangan dan tantangan yang tercipta di hadapannya.

Maka Arsene Lupin yang berlatar belakang bangsawan Gallic dan senang menghadapi berbagai tantangan baru, bakatnya sebagai pencuri oleh kepolisian Prancis dimanfaatkan untuk misi-misi bela negara. Maupun untuk memecahkan berbagai masalah pelik yang dihadapi orang-orang lain.

Alhasil muncullah reputasi baru dalam diri Lupin, pencuri aristokrat sekaligus detektif cerdik dari Prancis.

Yang kutangkap secara tersirat dari novel ini, dalam bela negara, soft skill seseorang jauh lebih penting untuk dikembangkan, dalam menghadapi skema penjajahan gaya baru yang menerapkan model peperangan gaya baru pula yang bersifat nir-militer. Yang mana karenanya, mereka juga mendayagunakan orang orang yang berkemampuan soft skill dalam upaya menguasai aspek fisik maupun non-fisik geopolitik suatu negara yang mau mereka kuasai kendali ekonomi, sumber daya alamnya, maupun sosial-budayanya. Tak terkecuali di negeri kita.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.