Minggu, 5 Februari 23

Pencopotan Dirut Bulog Bukan Solusi Tepat!

Pencopotan Dirut Bulog Bukan Solusi Tepat!

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Sobagyo menilai pencopotan Direktur Utama Bulog Lenny Sugihat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno disebabkan bukan karena tidak tercapainya pengadaan beras 4 juta ton, melainkan pada sistem pengaturan di Bulog yang tidak bagus.

Menurutnya, pencopotan itu juga bukan bagian dari solusi untuk memecahkan lemahnya ketahanan pangan Indonesia. Sebab, yang mesti dilakukan adalah memperbaiki manajemen di Bulog, dan peran pemerintah untuk menciptakan stabilitas bahan pokok di pasar.

‎”Itu bukan solusi yang tepat karena ketahanan pangan kita yang carut marut. Tapi lebih pada sistem kita yang salah,” ujarnya di DPR, Senin (8/6/2015).

Sebagai Anggota Komisi IV yang konsen membidangi persoalan pertanian dan logistik ini, Firman menyebutkan ada tiga persoalan penting yang menjadikan ketahan pagan nasional lemah. Pertama, lemahnya data pemerintah mengenai jumlah produksi dan kebutuhan yang sinkron.

‎Kedua, jelasnya, status Bulog yang sekarang menjadi perum dinilai oleh politisi Golkar ini sengat merugikan. Karena hanya menguntungkan sgilintir orang. Untuk itu, pemerintah diminta memahami kembali Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

“Kembalikan Bulog menjadi lembaga otoritas pangan sebagai penyangga ketersediaan dan penyangga harga. Namun, Bulog juga harus didukung oleh satu regulasi terkait harga eceran tertinggi dan terendah,” tandas Politisi Partai Golkar ini.

‎Ketiga, ia kembali meminta kepada pemerintah agar tidak menyerahkan harga beras ke mekanisme pasar. Sebab, di pasar adalah gudangnya mafia pangan melalui para tengkulak. “Jadi harus Bulog yang menentukan harganya, Bulog menjadi lembaga otoritas,” jelasnya.

Dengan alasan tersebut, Firman jelas menilai pencopotan Lenny tidak tepat. Terlebih dia baru menjabat sebagai Direktur Bulog selama enam bulan. Artinya, kata wajar bila dalam kurun waktu tersebut kinerja dia belum terlihat maksimal. “Dulu yang mengangkat Bu Rini. Sekarang ko malah dicopot,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.