Kamis, 1 Oktober 20

Pencalonan Fadel dan Setya Jadi Ketua DPR, Dapat Tentangan

Pencalonan Fadel dan Setya  Jadi Ketua DPR, Dapat Tentangan

Jakarta  – Pelantikan anggota DPR 1 Oktober mendatang, bakal diramaikan oleh pemilihan Ketua DPR RI periode 2014-2019. Bursa pencalonan sudah ramai digulirkan. Seperti dari Partai Golkar,  yakni Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad dan Bendahara Umum  Setya Novanto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan dalam keterangan persnya, (Rabu, 24/9), mengatakan bahwa sangat tidak pantas bila kursi Ketua Dewan yang terhormat dipimpin oleh orang yang nyata-nyata memiliki banyak kasus korupsi seperti Setya Novanto.

“Selain Fadel Muhammad, kader Golkar banyak yang bagus-bagus seperti Ketua DPP Rambe Kamarulzaman, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Agun Gunanjar Sudarsa, dan lain-lainnya,” ujar Nur Ridwan.

Nama Setya kerap disebut dalam sejumlah kasus suap dan korupsi, seperti kasus suap anggaran PON 2012 di Riau, dimana Setya diduga sebagai orang yang mempunyai peran penting dalam mengatur aliran dana ke anggota komisi olahraga DPR untuk memuluskan pencairan anggaran PON di APBN.

Lalu pada tahun 1999, bersama Djoko S. Tjandra, Setya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Dimana kasus ini meletup setelah Bank Bali mentransfer dana Rp 500 miliar lebih kepada PT Era Giat Prima, milik Setya, Djoko, dan Cahyadi Kumala.

Selain itu, di tahun 2010, nama Setya juga tersangkut kasus penyelundupan beras dari Vietnam sebanyak 60 ribu ton. Bahkan anggota DPR tiga periode itu juga disebut terlibat penyelundupan limbah beracun (B3) di Batam pada tahun 2006. Jejak Setya juga disebut dalam kisruh tender KTP elektronik (e-KTP). Novanto kerap membantah terlibat perkara tersebut.

Related posts