Rabu, 12 Agustus 20

Pencahayaan Terkoneksi Bantu Philips Atasi Tantangan Global 

Pencahayaan Terkoneksi Bantu Philips Atasi Tantangan Global 
* Chief Executive Officer dan Chairman dari Board of Management Philips Lighting Eric Rondolat. (Foto: Kapoy/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Philips Lighting (Euronext: LIGHT) tengah meresmikan pembukaan Lighting Application Center (LAC) baru Philips Lighting lndonesia yang berlokasi di kantor pusatnya di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

LAC berfungsi sebagai ruang demonstrasi untuk aplikasi inovatif Philips Lighting yang dilengkapi pencahayaan LED berteknologi canggih yang diprogram dengan fitur interaktif dan terkoneksi untuk pencahayaan yang berkelanjutan.

Di LAC dapat melihat bagaimana Philips CityTouch membantu pemerintah memperbesar efisiensi energi dan meningkatkan manajemen penerangan jalan terkoneksi melalui kontrol jarak jauh, bagaimana teknologi Power-over-Ethernet untuk perkantoran.

Hal tersebut memungkinkan para pegawai dapat mengatur ruang kerja mereka dengan menggunakan smartphone dan pengelola gedung dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang serta efisiensi bangunan, dan bagaimana komunikasi pencahayaan visual untuk menentukan posisi dalam ruang (indoor positioning) dapat membantu pelanggan menemukan arah jalan mereka di dalam toko.

Semua teknologi ini dapat dipergunakan di ruang seluas 422,5 meter persegi yang telah dibuat menyerupai ruang aplikasi sesungguhnya seperti di rumah, supermarket, toko pakaian, arena olahraga dan ruang perkotaan.

Acara pemotongan pita Philips Lighting Aplication Center.

Chief Executive Officer dan Chairman dari Board of Management Philips Lighting Eric Rondolat mengatakan, pergeseran menuju pencahayaan terkoneksi membantu Philips mengatasi tantangan global akan kebutuhan pencahayaan yang lebih hemat energi.

“Mewujudkan apa yang paling penting bagi kami yakni membuka potensi cahaya yang luar biasa untuk kehidupan yang lebih Terang (Brighter Lives) dan Dunia yang Lebih baik (Better World) dengan menghubungkan cahaya dan manusia,” kata Eric dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Menurut dia, dengan menghubungkan lebih banyak perangkat, tempat dan manusia melalui cahaya dapat mengubah sumber cahaya menjadi titik data.

“Yang memungkinkan kami memberikan nilai lebih bagi para pelanggan kami dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar menjelaskan, pencahayaan terkoneksi dapat menjadi tulang punggung kota pintar, dimana lampu bisa dinyalakan kapan saja dan di mana saja saat diperlukan.

“Mengoptimalkan pengoperasian, menghemat biaya, dan membantu orang merasa lebih aman dan lebih nyaman,” kata Rami.

Philips Lighting Application Center yang baru di Indonesia ini akan menunjukkan bagaimana integrasi teknologi LED, kontrol pencahayaan dan perangkat lunak memungkinkan fungsi.

“Layanan baru yang memampukan pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi baru,” jelas Rami. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.