Sabtu, 23 Januari 21

Penanganan Korban Longsor di Cihanjuang Berjalan dengan Baik

Penanganan Korban Longsor di Cihanjuang Berjalan dengan Baik
* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat melakukan pengecekan terhadap korban longsor Cihanjuang, Kamis (14/1/2021). (Foto: istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu 9 Januari 2021.

Bencana longsor telah menyebabkan permukiman warga rata dengan tanah yang berdampak pada kurang lebih 600 penduduk. Data sementara per hari ini, jumlah korban jiwa yang ditemukan sebanyak 22 orang, dan 18 orang masih dalam pencarian. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor juga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkesempatan melakukan kunjungan ke daerah terdampak longsor tersebut. Dalam pengecekannya di lapangan, Muhadjir mengatakan, penanganan pasca bencana yang telah dilakukan oleh petugas di lapangan sudah berjalan dengan baik.

“Kesimpulan saya semua sementara sudah tertangani dengan baik. Dan sekarang semuanya masih dalam proses (lanjutan) penanganan,” ujarnya usai melakukan pengecekan lokasi longsor, Kamis, (14/1/2021).

Muhadjir menjelaskan, beberapa tugas masih perlu diselesaikan oleh para petugas di lapangan. Pertama, pencarian korban yang belum ditemukan. Seperti disebutkan sebelumnya, sebanyak 22 korban yang tertimpa longsor sudah diketemukan, sedangkan 18 korban lainnya belum diketemukan.

“Mudah-mudahan dengan penggalian, jenazah ini bisa segera ditemukan,” harapnya.

Kedua, kata Muhadjir, penanganan permukiman sementara. “Saat ini para pengungsi korban tanah longsor bisa tinggal di tempat penampungan yang sudah disiapkan logistiknya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, atau bisa memilih tinggal di tempat tinggal kerabat atau saudara,” ucapnya.

Meski begitu, pemerintah kabupaten akan tetap memberikan bantuan kepada para korban longsor yanng memilih tinggal di tempat kerabatnya dengan memberikan biaya hidup.

“Nominalnya Rp500 ribu per bulan. Tadi sepertinya lebih banyak pengungsi yang berminat tinggal di tempat keluarga. Dan saya kira itu lebih bagus sehingga kondisinya bisa terjaga dan semangat gotong royong. Saya kira masyarakat umum juga akan ikut membantu,” pungkas Muhadjir. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.