Sabtu, 4 Februari 23

Pemuda Sekarang Pragmatis, Negara Terancam Hancur

Pemuda Sekarang Pragmatis, Negara Terancam Hancur
* Amin, Mun Ika, dan La Ode Karsid

Jakarta, Obsessionnews – Pemuda adalah tombak generasi penerus bangsa. Namun, pemuda sekarang jauh dari idealisme dan malah banyak yang berpikir pragmatis. Lembaga kepemudaan pun seringkali ditunggangi kepentingan pragmatis, bahkan kini terjadi dualisme kepemimpinan.

Oleh karena itu, Ketua Harian KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) DKI Jakarta, Muhammad Amin menyerukan, pemuda harus kritis dan mengevaluasi setiap kebijakan yang tidak benar.

“Pemuda harus mampu memberikan penilaian untuk mengarah pada kebenaran. Jika pemuda hanya diam tidak melakukan pengontrolan atau pembiaran terhadap ketidakbenaran atau ada mahasiswa yang disuap, itu sikap yang tidak benar,” tegasnya di depan ratusan pemuda/mahasiswa yang hadir di seminar dan lokakarya kepemimpinan berkarakter bertema ‘Pemuda dan Masa Depan Indonesia’ yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Asean Watch di Jakarta, Senin (22/6/2015).

“Pemuda harus membangun jaringan agar tidak menghalalkan segala cara, sebab sistem sekarang banyak yang menghalalkan segala cara. Pemuda harus independen untuk membawa dirinya dalam melakukan perubahan. Sebab, pemuda menjadi harapan masyarakat dan harapan bangsa. Pemuda tidak boleh memble, kalau mereka dibiarkan ada pemuda begitu, bisa hancur negara ini,” tambahnya.

Mantan Ketua Cabang HMI Jakarta ini menilai, negara Indonesia lebih baik jika pemudanya sering menyuarakan keadilan dan kebenaran. Selain itu, Alumni UI ini juga menekankan pada pemuda yang sempat hadir dalam seminar agar tetap memperkuat ilmu, agama, dengan menjunjung nilai-nilai kebenaran dan kejujuran.

“Seorang pemuda kalau ingin sukses harus memiliki nilai kejujuran, berprilaku dengan perkataan jujur, serta nilai moral yang tinggi. Yang paling penting pemuda harus memiliki integritas sebab yang berintegritas sekarang sulit dicari. Pemuda harus menjaga moral, ada waktunya kalau mau kaya, yang jelasnya harus jujur dan baik pada masyarakat,” tuturnya.

seminar di kemenpora

Jangan Takut Miskin
Di tempat yang sama, Sekjen Forum Pasca Sarjana Indonesia Mun Ika menyerukan, pemuda jangan takut miskin. Menurutnya, pemuda yang pragmatis hanya berpikir hidup glamour. “Kita harus berpikir idealis kalau jadi pemuda sesulit apapun yang disebut idealis mari kita berbuat. Pemuda tidak boleh menjual idealismenya, harus mengatakan ‘no’ pada pragmatis!” serunya.

Ia pun berharap, pemuda harus berani mengatakan salah dan mengakui kesalahan kalau memang salah, serta mengatakan benar kalau sesuatu itu benar. “Jangan dicampur adukan, yang salah bilang benar, yang benar bilang salah, tapi pemuda harus jujur,” ajaknya.

Sedangkan Direktur Asean Watch, La Ode Karsid menilai, pemuda bakal calon pemimpin masa depan yang harus memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan serta memiliki kemampuan jujur dan amanah. Menurutnya, kalau ketiga hal itu dimiliki seorang pemimpin maka bangsa Indonesia akan makmur dan menjadi negara yang maju serta unggul di segala bidang melebihi bangsa-bangsa lainnya.

“Tidak ada kata terlambat untuk mengubah para pemuda menjadi pemuda yang hebat sebagai pemimpin dimasa depan, kita harus optimis dan kita harus bekerja keras untuk dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang hebat yang akan memimpin bangsa ini dimasa depan,” tambahnya.

“Saya pikir semua pihak harus bertanggungjawab, harus bahu membahu membenahi kondisi para pemuda yang carut marut, tidak punya jiwa dan hasrat untuk jadi bangsa yang maju dan unggul disegala bidang. Yakinlah bahwa dengan kerja keras kita dapat merubahnya,” imbuhnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.