Jumat, 29 Oktober 21

Pemprov Sumbar Sosialisasikan Perda Tanggung Jawab Sosial

Pemprov Sumbar Sosialisasikan Perda Tanggung Jawab Sosial
* Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Padang, Obsessionnews – Tidak lama setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Kamis (10/3) mensosialisasikan Perda dimaksud.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan dihadiri pimpinan perbankan, Pimpinan PT Angkasa Pura II, Pimpinan Pelindo, Pimpinan BUMN, BUMD, PMA, dan PMDN se Sumbar.

“Berpengalaman dari kondisi rill selama ini tentang hal yang sudah dilakukan oleh Perusahaan dalam hal ini BUMN, BUMD, PMA, dan PMDN di Sumbar mengenai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, yang lazimnya oleh perusahaan dilakukan sendiri-sendiri, sehingga kurang komprehensif, dan kurang koordinasi, untuk itu perlu disatukan dan diintegrasikan,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit berharap, Perda payung hukum itu dibuat salah satunya agar pengelolaan CSR dan bantuan sosial kemasyarakat termasuk lingkungan, lebih transparan yang diketahui pemerintah.

“Kami bersama dengan Gubernur Irwan Prayitno, mempunyai visi misi untuk memberantas kemiskinan, salah satunya dengan gerakan pengantasan kemiskinan, termasuk pendidikan, kesehatan, rumah tidak layak huni, termasuk bantuan modal kepada masyarakat,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengajak semua pihak ikut bersama-sama membantu pemerintah dalam membangun Sumbar.

“Saat ini di Provinsi Sumatera Barat masih terdapat 3 Kabupaten tertinggal, yakni Kabupaten Mentawai peringkat 76 dari 132 Kab/Kota tertinggal di Indonesia, Kabupaten Solok Selatan 35 dari 132 Kab/Kota tertinggal di Indonesia, dan Kabupaten Pasaman Barat 33 dari 132 Kab/Kota tertinggal di Indonesia. Untuk itu diharapkan peran dari semua pihak baik Pemerintah dan BUMN, BUMD, PMA, dan PMDN yang ada di Sumbar untuk saling bersinergi bersama sehingga dapat menguubah status ketertinggalan di daerah bersangkutan,” kata Nasrul Abit. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.