Kamis, 9 Desember 21

Pemprov Sumbar Konfirmasi, Pusat Tidak Batalkan Perda Syari’ah

Pemprov Sumbar Konfirmasi, Pusat Tidak Batalkan Perda Syari’ah

Padang, Obsessionnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) membatalkan 3.143 Peraturan Daerah (Perda). Diantara perda yang dibatalkan itu, tidak satupun Perda Syari’ah atau yang dinilai intoleran di Sumbar yang dibatalkan.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar, Enifita Djinis mengatakan tidak ada diantara Perda yang dibatalkan itu menyangkut Perda Syari’ah di Sumbar. Hal itu diketahui setelah pihaknya berkoordinasi langsung ke Pemerintah Pusat

“Kita sudah konfirmasi dan tidak ada perda Syari’ah di Sumbar yang dibatalkan,” kata Enifita Djinis saat dihubungi, Minggu (19/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, Perda yang dibatalkan dari Sumbar adalah Perda Provinsi Nomor 6 Tahun 2013 tetang Sumbar Daya Air. Perda itu terkait dengan UU tentang Sumber Daya Air yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

Namun demikian, berkemungkinan masih ada jumlah perda yang akan dibatalkan terkait penarikan kewenangan kabupaten dan kota ke provinsi tentang Pemerintahan Daerah. Kewenangan itu sesuai UU nomor 23 tahun 2014.

Enifita Djinis mengatakan, proses pembatalan sebuah perda sebenarnya tidak mudah, karena dalam pembuatan produk hukum tersebut, sudah melalui proses yang diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 serta sudah melalui konsultasi dengan Kemendagri dan kementerian terkait.

“Sementara, untuk perda di kabupaten dan kota, sudah melalui proses kajian dan pembahasan tim provinsi yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait serta melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham,” katanya.

Pasca pemerintah dalam hal ini Mendagri mencabut 3.143 Perda terjadi kontroversi ditengah masyarakat terutama terkait Perda yang berkaitan dengan Syari’ah. Terkait hal itu, kalangan masyarakat di Sumbar ramai membicarakan karena ada Perda Syari’ah yang dinilai intoleran oleh pusat dan telah dibatalkan oleh Kemendagri. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.