Senin, 27 September 21

Pemprov Sumbar Jamin Kebutuhan Pangan Selama Ramadhan

Pemprov Sumbar Jamin Kebutuhan Pangan Selama Ramadhan

Padang, Obsessionnews – Masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan kebutuhan pangan jelang Ramadhan, pemerintah akan berupaya memenuhinya hingga lebaran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Provinsi Sumbar menjamin tidak akan terjadi kekurangan berasa, minyak goreng, daging sapi dan cabe, bahkan diperkirakan pasokan melebihi (surplus).

Kepala Disperindag Prov Sumbar, Mudrika mengatakan, ketersediaan stok bahan kebutuhan pangan jelang Ramadhan aman. Ketersediaan kebutuhan pangan mencukupi berdasarkan kebutuhan yang ada saat ini sudah sangat cukup dan bahkan melebihi kebutuhan.

“Ketersediaan beras saat ini, stok kita 140 ribu ton, sedangkan kebutuhan 45 ribu ton. Keadaan itu menunjukkan bahwa masih berlebih sekitar 95 ton. Demikian juga minyak goreng dan daging sapi. Kita memiliki stok daging sapi 969 ton, sedangkan kebutuhan hanya 695 ton. Jadi masih terjadi surplus 274 ton,” kata Mudrika saat ditemui di kantornya Kamis (28/5).

Sementara itu kata Mudrika, stok cabe yang ada saat ini sebanyak 4.320 ton sedangkan kebutuhan 3.006 ton dan masih berlebih sekitar 1.254 ton.

Mudrika mengatakan, mendekati Ramadhan, Disperindag Prov Sumbar bersama dengan kabupaten/kota akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap distribusi barang kebutuhan, sebagai antisipasi terhadap distributor yang mempermainkan harga.

“Kita sudah kirim surat edaran Gubernur ke setiap daerah yang ada di Sumbar yang ditujukan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga sesukanya yang mengakibatkan masyarakat sengsara,” ujar Mudrika.

Mudrika menambahkan bahwa berdasarkan arahan Menteri Perdagangan, Pemerintah Daerah (Pemda) harus dirasakan betul oleh masyarakat. Salah satu caranya agar keberadaan Pemda dirasakan oleh masyarakat, Pemda harus mempu menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga sehingga tidak berdampak terhadap daya beli masyarakat. Ketentuan tersebut sejalan dengan ketentuan dalam amanat Undang-Undang (UU).

Untuk menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok, keberadaan koperasi perlu diootimalkan, salah satunya untuk membangun kelancaran distribusi di daerah-daerah serta menata regulasi pergudangan untuk mengendalikan kelancaran pergerakan stok.

Oleh sebab itu, ia berharap kerjasama semua instansi terkait perlu terus ditingkatkan, sehingga keberadaan Pemda benar-banar terasa hadir di tengah-tengah masyarakat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.