Jumat, 27 Mei 22

Pemprov Kaltim Berhasil Turunkan Kemiskinan

Pemprov Kaltim Berhasil Turunkan Kemiskinan
* Masyarakat adat Kalimantan Timur (Dok. change.org).

Samarinda, Obsessionnews.com – Dalam menurunkan angka pengangguran dan penanggulangan kemiskinan, kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2017 terbilang baik, yakni 6,91% dari target 7,18%.

Capaian indikator pembangunan penanggulangan kemiskinan pun turun di Kaltim pada 2017 yakni 6,10%, realisasinya hingga September 2017 adalah 6,08%.

Tahun 2018 ini daerah yang dipimpin oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ini terus melakukan upaya pengentasan kemiskinan dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral dan lintas SKPD, juga antara pemrov dan kabupaten atau kota. Ini bertujuan untuk program-program yang direncanakan dapat berdaya guna dan tepat sasaran kepada siapa saja yang menjadi prioritas untuk dibebaskan dari kemiskinan.

Turunnya tingkat pengangguran dan kemiskinan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari peran Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Awang telah berusaha keras menciptakan banyak lapangan kerja untuk menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Awang seorang visioner dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu tepat rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) memilihnya menjadi gubernur dalam Pilkada 2008 untuk periode 2008-2013.

Baca juga:

Awang Faroek: Semua Kabupaten/Kota di Kaltim Harus Miliki Bandara

Awang Faroek Ishak Tak Kenal Lelah Perjuangkan Otsus Kaltim

Awang Faroek: Saya Tidak Plesiran di Rusia

Kunjungan Gubernur Kaltim ke Rusia Seizin Presiden

 

Dalam masa baktinya selama lima tahun tersebut, Awang gencar membangun berbagai bidang, yakni infrastruktur, pendidikan, olah raga, ekonomi, kesehatan, kehidupan sosial, dan lain sebagainya. Awang berhasil membawa Kaltim berjaya.

Karena sukses melakukan berbagai gebrakan itu, Awang kembali terpilih menjadi Gubernur Kaltim untuk periode 2013-2018. Di periode kedua kepemimpinannya ini Awang semakin terpacu bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Awang Kaltim menjelma menjadi provinsi yang pro investasi. Ia membuat berbagai kebijakan yang mempermudah perizinan. Kaltim memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, migas, batu bara, kelautan, perikanan, perdagangan, dan lain sebagainya. Tanpa kenal lelah Awang mempromosikan berbagai potensi unggulan di daerahnya. Dan hasilnya, para investor berbondong-bondong datang ke Kaltim untuk menanamkan investasinya.

Banyaknya investor yang masuk ke Kaltim berimplikasi positif, yakni menyerap banyak tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Tahun 2014 rasio investasi Kaltim mencapai 40%, menempati posisi keempat nasional setelah DKI Jakarta (67%), Jawa Barat (58%), dan Jawa Timur (41%).

Banyak proyek raksasa yang dibangun di masa kepemimpinannya. Tanggal 19 November 2015 Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk Kaltim-5 yang merupakan pengembangan kawasan industri kimia di Bontang, yang merupakan kawasan industri pupuk terbesar di dunia yang berada dalam satu kawasan. Kaltim-5 berlokasi di Kaltim Industrial Estate di Bontang seluas 7,1 ha. Investasinya sebesar US$ 700 juta / Rp. 6,15 trilliun. Kapasitas produksi untuk Urea 3.500 ton/hari (1,15 juta ton/tahun) dan Ammonia 2.500 ton/hari (850 ribu ton/tahun).

Pemprov Kaltim meraih banyak penghargaan tingkat nasional. Misalnya, tahun 2015 Pemprov Kaltim menggondol penghargaan terbaik ketiga Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dengan peringkat BB atau sangat baik.

Jauh sebelumnya pada 2012 Pemprov Kaltim untuk kedua kalinya mendapat penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemprov Kaltim.

Tahun 2012 Kaltim juga menerima penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) berupa Anugerah Cinta Karya Bangsa (ACKB). Kaltim mengungguli dua provinsi lain,  yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di peringkat kedua dan ketiga. Awang menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.