Rabu, 22 September 21

Pemprov Jatim Beri Bantuan Hukum Sekretaris Bawaslu

Pemprov Jatim Beri Bantuan Hukum Sekretaris Bawaslu
* Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Surabaya, Obsessionnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan memberi bantuan hukum kepada dua orang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim yang diduga terlibat kasus korupsi dana hibah Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013. Dalam kasus ini Polda Jatim telah menetapkan AMR (Sekretaris Bawaslu Jatim) dan GSW (mantan Bendahara Bawaslu Jatim) sebagai tersangka.

Gubernur Jatim Soekarwo mengaku akan menyerahkannya ke Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim untuk memberikan bantuan hukum kepada AMR dan GSW. “Itu sudah pasti dengan sendirinya ada bantuan hukum. Kami serahkan kepada Biro Hukum untuk bantuan hukumnya,” ujarnya ketika ditemui obsessionnews.com di DPRD Jatim, Rabu (20/5/2015).

Selain AMR dan GSW, empat tersangka lainnya yakni SU selaku Ketua Bawaslu Jatim, SSP anggota Bawaslu Jatim, AP anggota Bawaslu Jatim, dan IDY yang merupakan rekanan penyedia barang/jasa.

Untuk kekosongan anggota Bawaslu, Soekarwo akan menyerahkan kekosongan Bawaslu Jatim kepada Bawaslu RI. Mengingat Jatim tidak memiliki kewenangan. “Strukturalnya Bawaslu Jatim itu di Bawaslu RI, bukan urusan Pemprov Jatim. Pasti Bawaslu RI sudah memiliki aturan, sehingga tidak akan ada kekosongan posisi di Bawaslu Jatim,” katanya

Pria kelahiran asal Madiun ini mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap AMR dan GSW. “Biarkan Polda menyelesaikan proses hukumnya,”sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan enam tersangka kasus dugaan dana hibah Pilgub Jatim 2013 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5,6 miliar sesuai audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (Adi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.