Sabtu, 26 September 20

Pemprov DKI Batal Beri Bonus Untuk Atlet Asian Games, Ini Alasannya

Pemprov DKI Batal Beri Bonus Untuk Atlet Asian Games, Ini Alasannya
* Salah satu peraih medali emas cabor pencak silat. (Foto dokumentasi Kemenpora)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya batal memberikan bonus kepada para atlet yang mendapatkan medali di ajang Asian Games 2018. Standar bonus yang diberikan negara lain kepada atlet mereka menjadi bahan pertimbangan Pemprov DKI, sehingga bonus itu dibatalkan.

“Jepang justru tidak memberikan bonus karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga,” ujar Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono di Gedung DPRD DKI , Jalan Kebon Sirih, Senin (10/9/2018).

Terlebih, kata Ratiyono, Pemerintah pusat memberikan bonus sebesar Rp 1,5 miliar. Menurutnya bonus itu sudah cukup. Sementara itu  Pemerintah Filipina memberi bonus Rp 1,6 miliar untuk atlet. Di Hongkong, bonusnya sebesar Rp 3,5 miliar dan di Malaysia bonusnya sekitar Rp 280 juta.

“Kemudian Korea Selatan (bonusnya) bebas wajib militer, karena dia sudah membela negara. Mungkin nilainya lebih daripada mengikuti wajib militer, itu penghargaan negara kepada warganya,” ujar Ratiyono.

Bonus yang akan diterima atlet dari Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 1203 Tahun 2018 yang sudah ditetapkan. Peraih medali emas akan mendapatkan Rp 300 juta, medali perak mendapat Rp 150 juta, dan medali perunggu mendapat Rp 90 juta.

Ratiyono mengatakan, Pemprov DKI akan menanggung pajak atas bonus tersebut. “Justru kita ingin kepada atlet kita jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan akhirnya nanti sudah nyaman, yang kita dorong adalah fighting spirit-nya,” ujar Ratiyono. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.