Minggu, 26 September 21

Pemkot Semarang Sidak Beras Plastik di Pasaran

Pemkot Semarang Sidak Beras Plastik di Pasaran

Semarang, Obsessionnews – Menanggapi merebaknya isu beras plastik di Jawa Barat, Pemerintah Kota Semarang melakukan sidak ke seluruh penjuru kota, dengan menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Dinas Pertanian dan Pangan beserta Balai Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), Jumat (22/5/2015).

Kepala Disperindag Kota Semarang, Nur Janah beserta tim memimpin langsung sweeping yang dilakukan di berbagai pasar tradisional maupun modern. “Barusan kami ke penjual beras di Mataram dan sekarang di Pasar Ndargo. Beberapa yang kami datangi tidak ditemukan beras plastik atau sintetik.”

Nur juga memperingatkan agar para penjual lebih berhati-hati dalam menerima pasokan. Terlebih kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika membeli beras. Tentu saja, mengingat beras plastik dapat merusak kesehatan tubuh bahkan berujung kematian.

Dalam sidak ini, lanjutnya, tim terbagi menjadi dua yang bekerja di area timur dan barat kota. Untuk area timur, rombongan menyisir penjual di sepanjang jalan Mataram, Pasar Ndargo. Sedangkan arah barat di pasar Karangayu dan toko syawalan.

Rusdiana (Kiri) mengetes keaslian beras dengan cara menggigit biji beras. Nu Janah (kanan) menyatakan pihak tim gabungan akan terus mengawasi peredaran beras di kota Semarang.
Rusdiana (Kiri) mengetes keaslian beras dengan cara menggigit biji beras. Nu Janah (kanan) menyatakan pihak tim gabungan akan terus mengawasi peredaran beras di kota Semarang.

Rusdiana selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menambahkan pihaknya telah mengecek keaslian beras di pasaran dengan cara sederhana. “Yaitu menggunakan air. Kalau beras asli dimasukan, langsung jatuh ke dasar. Sedangkan jika itu plastik maka beras akan mengambang. Karena beratnya lebih ringan ketimbang beras asli,” tuturnya.

Selain itu, cara lain dengan mematahkan biji beras. Beras asli mudah dipatahkan daripada yang palsu. Rusdiana menjelaskan ciri beras asli terasa agak manis jika dimakan. Dan juga warna beras cenderung keruh dibandingkan beras plastik.

Nur melanjutkan, tim gabungan terus mengawasi peredaran beras setiap hari supaya beras plastik yang berada diluar daerah dapat dicegah masuk kedalam kota. Tim juga sekaligus memantau harga beras yang berada di lapangan.

Pasokan beras sendiri berasal dari wilayah sekitar, diantaranya Solo dan Purwodadi. Tiap harinya, kota Semarang menyerap hampir 12 ton beras. Sehingga pertahun kota Lumpia membutuhkan setidaknya 150.000 ton beras. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.