Sabtu, 16 Oktober 21

Pembangunan Pasar Peterongan Telan Dana Rp 35 Miliar

Pembangunan Pasar Peterongan Telan Dana Rp 35 Miliar

Semarang, Obsessionnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, dewasa ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembaharuan pasar tradisional. Setelah kemarin merenovasi Pasar Bulu yang menelan dana hingga Rp 68,7 miliar, kini Pemkot Semarang akan mulai membangun pasar tradisional Peterongan yang terletak di Peterongan.

“Pada tahun ini akan dilakukan perbaikan Pasar Peterongan. Jadi, nanti pedagang yang di sana diharapkan dapat berjualan dengan nyaman tanpa terusik kendaraan yang lewat. Pasar ini demi kenyamanan para pembeli dan pedagang, sehingga tidak kehujanan dan kepanasan,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat mengikuti kegiatan jalan sehat di Kelurahan Peterongan, Jumat (6/2).

Pembangunan pasar ini diperkirakan tidak akan menghabiskan dana sebanyak Pasar Bulu. Dana yang dikucurkan untuk renovasi Pasar Peterongan adalah separuh dari anggaran pembangunan Pasar Bulu.

“Pemkot Semarang sudah mengucurkan dana sebesar Rp 35 miliar untuk perbaikan Pasar Peterongan pada tahun ini,” ungkap Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang.

Hendri menambahkan sejatinya Pasar Peterongan mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi mengingat di sisi lain Keluarahan Peterongan banyak terdapat mall dan daerah simpang menuju ke arah Semarang Atas.

“Di wilayah ini terdapat aktivitas perekonomian yang cukup maju yang didukung dengan kantor, pasar, hotel, dan pertokoan modern. Maka pembangunan Pasar Peterongan dirasa perlu,“ ujarnya.

Walikota Hendrar Prihadi, atau yang biasa dipanggil Hendi melakukan kunjungan ke beberapa pedagang di Pasar Peterongan
Walikota Hendrar Prihadi, atau yang biasa dipanggil Hendi melakukan kunjungan ke beberapa pedagang di Pasar Peterongan

Selama ini memang Pasar Peterongan kumuh dan semrawut, karena belum adanya penataan yang baik terhadap para pedagang. Keberadaan pasar tersebut juga seringkali menimbulkan kemacetan di Jalan Kompol Maksum.

Hendri menghimbau agar para pedagang dan warga sekitar ikut menjaga pasar ini bila nanti selesai dibangun. Walikota pun berharap masyarakat yang lain juga merawat fasilitas yang nantinya berada di Pasar Peterongan ini.

“Saya berharap besar fasilitas publik akan terawat lebih lama dan tidak mudah rusak. Pembeli pun akan betah berlama-lama belanja disana. Pasare apik(pasarnya bagus), pasare resik (pasarnya bersih), rezekine apik (rezekinya bagus),” tutur Hendi.

Menjelang pelaksanaan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang diperlukan banyaknya pembaharuan perekonomian, khususnya di bidang pasar tradisional. Dengan berlakunya MEA tentunya akan menyulut persaingan barang-barang impor dan lokal yang diperdagangkan. Pembaharuan pasar tradisional sangatlah penting supaya masyarakat lebih nyaman dalam berbelanja dan tetap eksis dalam persaingan dengan pasar modern.

Salah satu cuitan Hendi di akun twitter resmi miliknya @hendrarprihadi berbunyi,“Perlu diketahui bahwa saya justru terus berusaha agar pasar tradisional tidak ditinggalkan oleh masyarakat modern.  Kita perlu sadar kalau tuntutan masyarakat modern tidak bisa dicegah, apalagi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan dibuka akhir 2015.” (Yusuf Isyrin Hanggara)

Related posts