Senin, 18 Oktober 21

Pemkot Padang Canangkan Imunisasi Massal

Pemkot Padang Canangkan Imunisasi Massal

Padang, Obsessionnews – Pasca kejadian luar biasa (KLB) penyakit gangguan pernafasan akut atau difteri, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, gencar melakukan imunisasi bagi anak usia 2-15 tahun. Hari ini Rabu (4/2) Pemkot Padang mencanangkan imunisasi massal difteri, penimbangan massal, bulan vitamin A  di posyandu dan sekolah- sekolah di Padang.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Wilfred Hasiholan mengatakan, difteri akan dapat dicegah dengan cara imunisasi dan pemberian vitamin A serta hidup sehat.

Pencegahan penyakit itu harus mengikuti standard operating procedure (SOP) atau prosedur operasi standar dengan cara imunisasi, hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan dan makan makanan bergizi, kata Alfred Hasiholan usai pencanangan penimbangan massal, bulan vitamin A, imunisasi massal penyakit difteri di posyandu dan sekolah sekolah di Padang, Rabu (4/2).

Pemberian imunisasi harus diberikan sejak anak usia 2 tahun hingga 15 tahun. Upaya itu merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah difteri, selain menjaga kebersihan dan pemberian vitamin A.

“Pemberian imunisasi bagi anak-anak harus dilakukan secara rutin, baik imunisasi campak, TT, polio, DCG, maupun difteri,” katanya.

Pemerintah juga harus secara rutin mencegah penyebaran penyakit tersebut dengan memperluas cakupan imunisasi dan menggerakkan bersih lingkungan.

Menurut Wilfred, selain di Padang difteri juga ditemukan di Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun kejadian di dua provinsi tersebut sudah mulai menurun.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti mengatakan, sejak imunisasi dilakukan Sabtu (31/1) vaksin difteri yang sudah disuntikkan sebanyak 17 ribu bagi anak-anak usia 2 -15 tahun.

“Target kita, pemberian vaksin difteri sebanyak 250 ribu anak-anak hingga akhir bulan. Untuk mencapai target itu, imunisasi vaksin difteri dilakukan di seluruh posyandu, puskesmas dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang,” kata Eka.

Dia menambahkan, KLB difteri ditetapkan setelah ditemukan pasien yang meninggal akibat positif difteri. Pasien yang meninggal sempat dirawat di RSUP M Djamil Padang yaitu laki-laki berusia 3 tahun 7 bulan. (Musthafa Ritonga)

Related posts