Minggu, 3 Maret 24

Pemkab Demak Gencarkan Kampanye Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting

Pemkab Demak Gencarkan Kampanye Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting
* Bupati Demak Eisti'anah saat di hadapan nelayan mengajak untuk ikut mengkampanyekan gemar makan ikan. (Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Obsessionnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah, terus berupaya meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan melalui kampanye “gemar makan ikan” sebagai langkah pencegahan kasus stunting atau tengkes.

Bupati Demak Eisti’anah mengungkapkan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak aktif terlibat dalam kampanye tersebut dengan fokus pada lokasi yang memungkinkan terdapat kasus stunting.

“Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, kami mengkampanyekan gemar makan ikan dan memberikan bantuan ikan atau makanan olahan ikan kepada keluarga yang memiliki anak mengalami stunting,” kata Eisti’anah dikutip dari Antara, Selasa (5/12/2023).

Hasil kampanye ini tampaknya positif, dengan penurunan kasus stunting dari 25 persen pada tahun 2021 menjadi 16 persen pada tahun 2022. Tahun 2023 ditargetkan dapat mengurangi angka stunting hingga di bawah 10 persen. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan, mengingat tingkat konsumsi ikan yang ideal adalah 60 kg per kapita per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak Nanang Tasunar menambahkan bahwa kebiasaan nelayan menjual hasil tangkapan, sedangkan ikan berkualitas rendah dikonsumsi sendiri. Namun, dengan dorongan dari pemerintah setempat, diharapkan para nelayan akan menyisihkan hasil tangkapan yang berkualitas untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

“Kami mendukung kampanye gemar makan ikan dan telah melibatkan sekolah-sekolah untuk mengajak siswa agar gemar makan ikan,” ungkap Nanang Tasunar.

Dalam konteks kasus stunting di Kabupaten Demak, Nanang menyoroti pola asuh yang kurang tepat sebagai salah satu penyebabnya. Ia menjelaskan bahwa banyak anak yang dititipkan di tempat penitipan atau neneknya karena kedua orang tua sibuk bekerja, sehingga asupan gizi anak tidak optimal. Melalui program ini, pihak berwenang berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi, terutama yang berasal dari ikan, sebagai langkah preventif stunting. (Antara/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.