Selasa, 12 November 19

Pemkab Barito Timur Dukung Pertamina Tertibkan Pengelolaan Aset

Pemkab Barito Timur Dukung Pertamina Tertibkan Pengelolaan Aset
* Kantor pusat Pertamina di Jakarta. (Foto: Pertamina)

Jakarta, Obsessionnews.comPertamina memastikan penertiban pengelolaan aset jalan dan landing site di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, sepanjang kurang lebih 60 km akan dioptimalkan untuk mendukung bisnis perusahaan. Penertiban ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Barito Timur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman  mengatakan, sejak Agustus 2019 perseroan telah menugaskan Patra Jasa, anak perusahaan Pertamina, untuk penertiban dan pengelolaan aset jalan dan landing site milik Pertamina yang selama ini dikelola dan dimanfaatkan pihak lain tanpa persetujuan perusahaan.

“Saat ini kami telah mengambil alih pengelolaan aset tersebut dan sedang melakukan maintenance jalan agar kondisinya lebih baik, dapat dimanfaatkan masyarakat serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan negara,” ujar Fajriyah melalui siaran pers, Sabtu (5/10/2019)

Menurutnya, hingga 15 Oktober 2019 aset jalan tersebut masih dalam proses maintenance meliputi perbaikan drainase dan badan jalan.

Fajriyah menjelaskan
selama proses perawatan Pertamina melakukan pengaturan jadwal dalam penggunaan jalan. Pada pagi – sore hari, saat proses pengerjaan jalan, kendaraan truk yang bermuatan batubara dan komoditi seperti sawit dan kayu tidak diperkenankan melewati jalan tersebut. Akses jalan untuk truk tersebut baru kembali dibuka pada pukul 18.00 hingga 06.00 waktu setempat.

“Jadwal tersebut hanya berlaku bagi truk, sementara bagi masyarakat umum tetap diperbolehkan melintas di jalan tersebut setiap saat, dari pagi hingga malam,” tandas  Fajriyah.

Ia menambahkan, adapun untuk pemanfaatan selanjutnya Pertamina sedang melakukan pendataan dengan meminta setiap perusahaan penambang batubara dan komoditi lainnya, untuk mengisi formulir. Batas waktu penyerahan formulir hingga 5 Oktober 2019.

“Upaya penertiban atas penggunaan aset tersebut dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta telah mendapat dukungan Bupati dan Forkopimda Kabupaten Barito Timur,” ungkapnya.

Berdasarkan dokumen resmi Pertamina, pengadaan aset Jalan dan  landing  site tersebut dilakukan sejak 1967 – 1972 untuk mendukung kegiatan eksplorasi minyak perusahaan. Selanjutnya dalam rangka pendayagunaan aset, pada tahun 1978 – 1983 perusahaan melakukan kerjasama pengelolaan dengan PT Yayang Indonesia & PT AYA Timber. Pada 1990 – 2004 kerjasama berlanjut dengan Barito Pasific Timber. Kerjasama berikutnya terjalin dengan PT Megastar Indonesia pada periode 2012 – 2017.

“Pada periode ini Pertamina melakukan proses sertifkasi lahan, di mana pada tahun 2015 telah terbit 12 sertifikat dan tahun 2017 terbit 5 sertifikat,” ujar Fajriyah.

Selanjutnya pada periode 2018 – 2019 pengelolaan aset dilakukan bersama dengan Badan Usaha Milik Desa setempat, namun pengelolaannya masih terkendala karena adanya pungutan ilegal dari pihak lain.

“Setelah dilakukan penertiban pengelolaan aset oleh Patra Jasa, kami berharap tidak ada lagi pungutan ilegal tanpa persetujuan Pertamina,”  tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.