Rabu, 21 Oktober 20

Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19

Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19
* Golongan Darah O. (Foto: Berita Center)

Penelitian terbaru menyatakan jika golongan darah O lebih kebal melawan virus Corona (Covid-19).

Sebenarnya, sudah ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan kasus Covid-19 dan golongan darah.

Menurut penelitian terbaru, orang dengan golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah tertular virus SARS-Cov-2 dibandingkan dengan golongan darah lain.

Selain itu, orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius jika mereka sudah terinfeksi.

Temuan ini mirip dengan penelitian yang diterbitkan pada bulan Juni lalu, bahwa orang dengan golongan darah A memiliki risiko 45 persen lebih tinggi tertular Covid-19.

Sebelumnya pada bulan Maret, sebuah penelitian di China menunjukkan, kalau orang dengan golongan darah A lebih rentan terkena virus.

Sementara orang dengan golongan darah O justru mendapatkan perlindungan lebih terhadap virus termasuk Covid-19.

Hasil Penelitian NBC
NBC merilis hasil riset penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa golongan darah dapat berperan mempengaruhi tingkat kerentanan infeksi Covid-19.

Namun yang harus diingat bukan berarti orang dengan golongan darah jenis tertentu bisa lebih bahaya, atau sebaliknya lebih kuat.

Studi pertama dikerjakan para peneliti di Denmark memeriksa kembali data 473.654 orang yang diuji Covid-19 sepanjang Februari hingga Juli. Sebagian besar hasilnya negatif, hanya 7.422 tes yang kembali positif.

Para peneliti dalam studi tersebut menemukan bahwa golongan darah menjadi faktor pembeda yang menonjol antara kedua kelompok tersebut.

“Golongan darah O secara signifikan dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap infeksi SARS-CoV-2,” demikian hasil studi tersebut seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Peneliti dalam riset itu mengungkapkan sebanyak 38,4% dari total pasien positif tersebut merupakan orang bergolongan darah O. Sedangkan 44,4% pasien positif merupakan orang dengan golongan darah A.

Hasil tersebut diartikan bahwa, pemilik golongan darah O tampaknya lebih kecil kemungkinannya terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Akan tetapi temuan ini terbatas lantaran dari mereka yang dites, ketersediaan informasi golongan darah hanya 62%.

Karena itu penting pula untuk mencatat bahwa orang dengan golongan darah O tak menutup kemungkinan juga bisa terinfeksi.

“Studi ini menyarankan, jika Anda memiliki tipe O, Anda memiliki risiko yang sedikit lebih rendah. Tetapi penurunan ini kecil,” tutur dokter Roy Silverstein, Ketua Kedokteran di Medical College of Wisconsin.

Mantan Presiden American Society of Hematology ini menambahkan, penurunan faktor kerentanan berdasar golongan darah tidak sama dengan 0 persen risiko.

Dan lagi, kata Silverstein, temuan penelitian baru ini juga tak akan mengubah cara dokter menangani pasien Covid-19.

“Mereka tidak akan membedakan perlakuan antara seseorang yang datang ke rumah sakit dengan tipe darah O, dengan pasien yang golongan darahnya tipe A. Perbedaan ini tidak terlalu besar,” ujarnya.

Adapun studi kedua dalam skala lebih kecil juga mendukung temuan dari studi pertama tersebut. (Grid/CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.