Selasa, 25 Januari 22

Pemicu Kerusuhan di Tanjung Balai Minta Maaf

Pemicu Kerusuhan di Tanjung Balai Minta Maaf
* Sisi Meiliana didampingi suaminya meminta maaf kepada warga di Mapolres Tanjung Balai, Kamis malam (4/8/2016).

Tanjung Balai, Obsessionnews.com – Sisi Meiliana (41), warga yang melakukan protes suara azan hingga memicu kerusuhan di Kota Tanjung Balai, Sumut, akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan Sisi di Mapolres Tanjung Balai, Kamis (4/8/2016) malam, di hadapan Wali Kota Tanjung Balai dan sejumlah pimpinan institusi di kota itu.

Sisi menyampaikan penyesalan yang mendalam atas perbuatannya yang berujung pada konflik. Permintaan maaf yang disampaikan berulang-ulang itu juga ditujukan kepada seluruh umat muslim di Indonesia.

“Saya mau minta maaf kepada masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Tanjung Balai atas kesalahpahaman yang saya perbuat. Saya minta maaf dari lubuk hati paling dalam,” kata Sisi.

Sisi yang didampingi suaminya, Liam Tiu (51) juga menyampaikan harapannya agar kota Tanjung Balai dapat kembali rukun dan damai seperti sebelumnya.

“Semoga Tanjung Balai ini bisa hidup rukun dan damai seperti sedia kala, hidup rukun bertetangga,” ujar dia.

Meski pernah memicu kerusuhan di sana, Sisi mengatakan, dia dan keluarganya akan tetap tinggal di Tanjung Balai, di rumah yang telah mereka huni selama delapan tahun.

Sebelumnya, Budi Herianto dan Aldo, dua tersangka provokator dan pembakaran dalam insiden tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf. Keduanya juga menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Tanjung Balai dan di hadapan Wali Kota Tanjung Balai, Syahrial.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya Tanjung Balai atas perusakan rumah-rumah ibadah. Kami berjanji ini tidak akan terulang lagi,” kata Budi.

Sementara itu, Kapolres Tanjung Balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meski permintaan maaf sudah disampaikan.

“Permohonan maaf itu mungkin bisa menjadi hal yang meringankan yang bersangkutan saat persidangan nanti,” kata Ayep.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di kota Tanjung Balai, Sumut pada Jumat (29/7/2016) pukul 23.30 WIB hingga Sabtu (30/7/2016) dinihari. Akibatnya, sejumlah vihara dan klenteng serta sejumlah kendaraan dibakar dan rusak akibat amukan massa.

Kerusuhan tersebut dipicu akibat emosi warga yang mendengar informasi bahwa ada protes seorang warga etnis Tionghoa atas volume adzan yang dikumandangan di salah satu masjid di Jl Karya, Tanjung Balai. Nada bicara Sisi Meiliana saat menegur dinilai kasar dan menyinggung jamaah di dalam masjid. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.