Rabu, 15 Juli 20

Pemerintah Uji Coba Kartu Pengganti Beras Sejahtera di 44 Kota

Pemerintah Uji Coba Kartu Pengganti Beras Sejahtera di 44 Kota
* Presiden Jokowi melepas bantuan pangan bagi Sri Lanka di Kawasan Pergudangan Sunter, Bulog Divre DKI Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Warga kurang mampu kini tak akan lagi menerima beras sejahtera (Rastra). Sebagai gantinya, mereka menerima uang nontunai per bulan dalam bentuk kartu. Saldo yang tertera dalam kartu tersebut nantinya ditukarkan dengan komoditas beras dan bahan pokok lainnya dengan kualitas yang lebih baik.

“Itu akan dilakukan nanti pada 23 Februari ini di 44 kota,” kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan pangan bagi Sri Lanka di Kawasan Pergudangan Sunter, Bulog Divre DKI Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Pendistribusian bantuan beras melalui kartu tersebut tentunya memiliki sejumlah keuntungan. Warga diharapkan tidak akan lagi menerima beras dengan kualitas rendah, karena mereka dapat bebas memilih beras dengan kualitas yang diinginkan dengan membelinya di pasar, warung, maupun toko.

Untuk mendukung program tersebut, Perum Bulog telah mempersiapkan beras berkualitas dengan harga yang tetap bersaing.

“Saya lihat persiapannya, misalnya beras nanti akan disiapkan seperti ini. Ini dijual per kilo jatuhnya Rp8.500 sudah dalam bentuk kemasan seperti ini dan namanya juga ‘Beras Kita’,” ungkap Presiden.

Presiden sendiri memastikan bahwa pola distribusi bantuan beras tersebut akan dicoba terlebih dahulu di 44 kota di Indonesia. Dari uji coba tersebut, akan dievaluasi untuk mengetahui apakah terdapat kendala selama proses distribusi di lapangan.

“Kemasannya bagus, kualitasnya bagus. Saya kira pola seperti ini yang akan kita coba dulu di 44 kota. Kalau ini lancar, baru kota dan kabupaten yang lain (menyusul),” Presiden mengakhiri.

Presiden Jokowi telah membahas tentang rencana pemerintah untuk mendistribusikan bantuan pangan melalui kartu yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Kartu ini dapat digunakan untuk menebus beras, dan/atau telur, atau bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko pada harga yang berlaku.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.