Minggu, 3 Maret 24

Pemerintah Tindak Distributor yang Permainkan Harga Pangan

Pemerintah Tindak Distributor yang Permainkan Harga Pangan
* Pedagang sembako di pasar tradisional di Padang, Sumatera Barat. (Foto: Musthafa Ritonga/obsessionnews.com)

Padang, Obsessionnews – Inflasi yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) dinilai sudah tidak normal, mengingat ketersediaan kebutuhan bahan pangan mencukupi. Sebagai daerah pertanian, ketersediaan beras di Sumbar tidak mengalami kekurangan, bahkan melebihi. Demikian juga dengan komoditas seperti cabai dan bawang mencukupi. Namun, anehnya, di lapangan terjadi kekurangan.

“Kenapa tidak normal? Kita daerah pertanian, produksi beras dan cabai lumayan, tetapi kemudian kita kekurangan beras dan cabai, sehingga harga naik. Itu rasanya tidak mungkin kecuali ada yang memainkan,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Selasa (17/3).

Irwan menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan mengambil langkah hukum kepada distributor yang mempermainkan harga, sehingga berdampak terhadap perekonomian daerah. Tim akan diturunkan ke sejumlah pasar, untuk menelusuri dugaan adanya permainan harga di pasaran yang menyebabkan perekonomian terganggu.

Dia mengatakan, penyebab inflasi terjadi sudah diprediksi sebelumnya. Salah satu penyebab inflasi adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga berdampak terhadap kenaikan ongkos transportasi. Transportasi mahal, harga di pasaran naik dan daya beli masyarakat berkurang.

“Kita sudah tahu apa penyebab inflasi dan bisa diprediksi, misalnya kenaikan BBM dan transportasi yang tidak lancar, sehingga barang terlambat. Kemudian stok kurang sehingga harga naik. Akibat dari itu berpengaruh terhadap inflasi,” ujarnya.

Irwan mengungkapkan, selama ini pemerintah tidak melakukan tindakan, dan inflasi masih dapat dikendalikan dengan upaya yang dilakukan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Pemprov Sumbar akan menerapkan dua kebijakan untuk mengendalikan inflasi daerah dengan memperkuat kerja sama antar kota/kabupaten dan antar kabupaten/kota dengan provinsi. Di samping itu turun langsung ke lapangan dengan mengambil tindakan secara jelas, nyata dan terukur, untuk menyelesaikan persoalan terkait inflasi.

Khusus kebijakan terakhir, Rabu (18/3), Gubernur Sumbar dan TPID akan melakukan inspeksi ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Padang untuk meninjau secara langsung ketersediaan bahan makanan pokok dan harganya.

Sementara itu, harga beras ditingkat pengecer di Kota Padang relatif normal, bahkan mengalami penurunan. Mira, salah seorang penjual beras di pasar tradisional Ulakkarang, mengatakan, harga beras di pasaran turun sejak dua minggu yang lalu.

“Saat ini harga beras kita jual Rp 22.000 per gantang, sebelumnya Rp 21.000 per gantang,” kata Mira kepada obsessionnews.com, Selasa, (17/3). (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.