Jumat, 30 Oktober 20

Pemerintah Tegaskan Pilkada akan Tetap Digelar di Tengah Pandemi

Pemerintah Tegaskan Pilkada akan Tetap Digelar di Tengah Pandemi

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah menegaskan bahwa pemilihan umum daerah (Pilkada) serentak tetap akan digelar tahun ini meski di tengah ancaman pandemi covid-19. Alasan tidak bisa ditundanya pilkada karena tidak ada satu negarapun mampu memperkirakan kapan pendemi berakhir. Sementara pemerintahan di daerah mengharuskan ada yang menjadi pemimpinnya agar perjalanan pemerintahan bisa berjalan baik.

Usulan penundaan pilkada muncul dari berbagai kalangan termasuk organisasi islam terbesar di Indonesia PBNU. Penundaan diperlukan untuk mencegah terjadinya klaster baru.

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, mengatakan pelaksanaan pilkada akan tetap digelar pada 9 Desember 2020 mendatang namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat agar penyebaran virus bisa ditekan. Pilkada menjadi ajang penting bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak konstitusinya. Oleh sebab itu pemerintah tetap akan melaksanakannya.

“Pilkada harus dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan ketat disertai penegakan hukum dan sanksi tegas agar tidak terjadi klaster baru Pilkada,” tutur Fadjroel dalam keterangannya, Senin (21/9/2020).

Selain itu, Fadjroel juga mengatakan bahwa penyelenggaraan Pilkada selama pandemi tidaklah mustahil. Ia merujuk pada beberapa negara yang tetap mengadakan pemilihan umum di tengah pandemi. Negara-negara itu adalah Singapura, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan.

Namun rangkaian panjang pilkada yang akan dilaksanakan, Fadjroel mengharapkan kerjasama dari masyarakat agar klaster penyebaran Covid-19 akibat pilkada tidak tercipta.

“Penyelanggaraan harus dengan protokol kesehatan ketat agar aman dan tetap demokratis,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.