Jumat, 24 September 21

Pemerintah Tak Bayar Utang ke Pengusaha Kecil, Nawacita Gagal

Pemerintah Tak Bayar Utang ke Pengusaha Kecil, Nawacita Gagal

Jakarta, Obsessionnews – Rapuhnya eknomi nasional, tentu membuat perbankan kolaps. Ujungnya, sekitar Rp 1.500-an triliyun untuk memperbaikinya.

Persoalannya, perekonomian Indonesia seringkali cuma mengejar pertumbuhan dan bertumpu pada beberapa individu berpredikat konglomerat dan punya peran multiplayer effect. Kalau sudah begini, tentu upaya membangun ekonomi rakyat dalam bingkai Nawacita bisa gagal total.

Itu tadi, kata ketua DPD RI Irman Gusman dalam diskusi membahas program Bangun Ekonomi Rakyat Dalam Bingkai Nawacita di Jakarta, pada Minggu (17/5).

Menurut Irman, ekonomi Indonesia secara makro memang sempat menduduki bangku 16 besar di dunia. Tapi, itu dulu, beberapa tahun lalu. Sekarang yang terjadi adalah, masih berkutat pada persoalan politik dan pemerintahan saja. Sehingga, kesenjangan antar sektor masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan nasional.

“Pedagang tradisional pertumbuhannya masih di bawah rata-rata. Sekitar 0,24% untuk tahun ini. 2004 lalu masih 0,31%. Kalau sampai ke 0,45% kerusuhan sosial bisa terjadi,” kata Irman.

“Pertumbuhan ekonomi tidak mendukung sektor tradisional,” lanjutnya.

Memang, Pemerintahan Jokowi-JK punya komitmen membangun ekonomi rakyat. Namun, itu baru komitmen. Menurut Irman, pada prakteknya selama 8 bulan kepemimpinan belum terlaksana. Dia bilang, kalau dalam lima tahun pemerintah tidak bisa membayar hutang-hutangnya kepada pengusaha kecil seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jangan harap konsep Nawacita bisa terlaksana. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.