Jumat, 22 Oktober 21

Pemerintah RI Belum Kaji Tawaran Barter Tahanan dengan Australia

Pemerintah RI Belum Kaji Tawaran Barter Tahanan dengan Australia

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah RI belum memberi keputusan soal tawaran barter tahanan dari pemerintah Australia. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan perlu ada kajian terlebih dahulu sebelum memberi jawaban atas tawaran itu.

“Ini kan perlu dikaji dulu. Bahwa itu ada itikad baik untuk tukar tahanan, oke. Tapi soal ini kan lain ceritanyalah,” kata Yasonna di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2015).

Yasonna mengaku kemungkinan kecil tawaran itu diterima sebab tidak ada satupun warga negara Indonesia yang terancam hukuman mati di negeri Kanguru itu. Berbeda dengan dua warga negara Australia yang ada di Indonesia.

“Kan tidak boleh semudah itu. Apalagi kalau pertukarannya menyangkut pidana mati. Saya tanya sekarang, apakah ada WNI yang dipidana mati di Australia?,” papar dia sambil bertanya kepada wartawan.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengaku belum tahu informasi itu. Namun demikian dirinya akan mengecek ke kementerian luar negeri soal regulasi dan perjanjian antar dua negara.

“Nggak tahu saya, harus dicek dulu, ditanya. Regulasinya dan perjanjian antar dua negara. Nanti dicek dulu ke menlu,” katanya.

Andi belum bisa menjamin apakah dengan tawaran itu pelaksanaan eksekusi mati yang sudah direncanakan dalam waktu dekat itu bisa ditunda atau tidak. “Belum dibahas, saya belum bisa konfirmasi,” ucap dia.

Mentri Luar Negeri Australia, Bishop menawarkan pertukaran tahanan sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan dua warganya dari eksekusi hukuman mati di Indonesia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Bishop mengatakan dia menunggu jawaban dari pemerintah Indonesia untuk memulangkan tiga WNI yang ditahan di Australia. Ia membenarkan bahwa pertukaran tahanan itu merupakan opsi yang disampaikan PM Abbott.

“Apa yang kami cari adalah kesempatan untuk berbicara mengenai opsi yang memungkinkan untuk perpindahan tahanan atau pertukaran tahanan,” kata dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.