Senin, 25 Oktober 21

Pemerintah Perlu Cermati Kembali Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Perlu Cermati Kembali Kebijakan Impor Beras
* Parlindungan Purba (tengah)

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah harus benar-benar melakukan kalkulasi yang sangat matang dalam mengambil kebijakan soal impor beras. Adanya kontrol dalam kebijakan impor beras diyakini dapat melindungi petani-petani dalam negeri dan tidak mencegah adanya permainan dari para pedagang nakal.

Hal ini diserukan oleh Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba saat melakukan sidak di Pasar Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (25/2/2016).

“Kami melihat beras impor itu ada di operasi pasar. Oleh sebab itu kami melihat bahwa pemerintah hendaknya didalam pengadaan beras impor harus hati-hati sekali. Pemerintah harus mengecek stok-stok di Bulog yang sudah ada dan mengecek yang ada di pasar. Karena kalau ini sudah dihitung sedemikian rupa, maka pedagang-pedagang yang tak bertanggungjawab tidak berani bermain,” ujar Parlindungan.

Senator asal Sumatera Utara ini juga meminta agar operasi pasar yang bertujuan untuk menjaga kestabilan harga beras tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk terus melakukan impor beras. Faktanya, beras-beras yang ditawarkan kepada masyarakat pada kegiatan itu adalah hasil impor.

“Operasi pasar memang bisa menstabilkan harga, tapi jangan silap. Kita tidak perlu terlampau tergantung kepada impor, karena menyangkut ketahanan pangan. Karena suatu saat tidak ada di negara impor itu, apa yang kita makan. Kita tidak boleh semata-mata tergantung impor. Justru kita harus memperbanyak produk lokal, kita harus ada ketahanan pangan,” tandasnya.

Purba - beras 2

Ia pun menegaskan, pemerintah perlu menghitung secara cermat kebutuhan beras nasional. Mengingat, kebijakan impor beras untuk operasi pasar di setiap daerah akan berbeda-beda, tergantung dari jumlah stok dan kebutuhan di setiap daerah.

“Bukan hanya di Jakarta, untuk pengadaan stok atau pengadaan impor harus memikirkan daerah-daerah lain. Tidak boleh disamakan, (jumlah) impor di Jakarta boleh untuk impor di pulau-pulau di Indonesia Timur, atau di Indonesia bagian barat atau di Kalimantan. Karena daerah mempunyai perhitungan dan kalkulasi sendiri,” ungkapnya.

Dengan dicermati kembali kebijakan impor beras, Parlindungan berharap agar para petani di daerah dapat terlindungi. Dimana dengan adanya kebijakan impor justu malah melemahkan harga produk lokal, yang berimbas pada menurunnya kesejahteraan para petani.

“Bulog harus mempunyai kebijakan untuk melindungi masyarakat petani. Dimana Bulog tidak hanya melakukan impor beras, tetapi memanfaatkan daerah-daerah sebagai kantong beras dibandingkan bergantung pada impor beras,” tuturnya.

Purba - beras 3

Tinjau Pasar Induk Kramat Jati
Selain melakukan sidak ke Pasar Beras Cipinang, Ketua Komite II Parlindungan Purba juga meninjau Pasar Induk Kramat Jati untuk memastikan harga sayur, buah dan pendistribusiannya. Dari hasil pantauanya, memang perlu ada pendistribusian kembali sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Saya mendapatkan masukan, memang harus ada pengaturan kembali. Karena penetuan harga tidak semata-mata dari produksi tapi logistik juga sangat menetukan,” ucap Parlindungan.

Dirinya meminta kepada pemerintah untuk mengatur logistik. Pemerintah jangan memfokuskan kepada produksi saja. “Pemerintah daerah (pemda) juga harus berpesan mengatur jadwal tanam para petani. Jangan sampai, semua berbarengan menanam jeruk semua,” tegas dia.

Selain itu, Pasar Induk Kramat Jati yang merupakan pasar nasional juga tergantung pada suplai di daerah. Untuk itu, suplai juga perlu di atur di daerah-daerah. “Yang lebih penting lagi ada logistic cost, karena dari Medan pengiriman jeruk lebih dari lima hari maka akan busuk,” sarannya.

Berdasarkan hasil sidak di Pasar Induk Kramat Jati, Parlindungan juga mengatakan memang ada kenaikan harga di Pasar Induk Kramat Jati. Namun kenaikannya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, di Banyuwangi dan Brebes yang merupakan penghasil bawang mengalami musim hujan. “Sehingga harga bawang di sini mengalami peningkatan. Tapi naiknya sedikit,” tukas dia.

Ia juga berharap untuk setiap PD pasar harus bisa mengintervensi harga. Jadi kalau boleh di Pasar Induk Kramat Jati ini bisa menentukan harganya. “Di sini harusnya bisa nentukan sekian-sekian. Maka ada keseragamaan harga di sini,” tutur Parlindungan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.