Minggu, 7 Juni 20

Pemerintah Myanmar Sita Hasil Panen Petani Rohingya

Pemerintah Myanmar Sita Hasil Panen Petani Rohingya
* Muslim Rohingya

Media Myanmar mengkonfirmasikan langkah pemerintah negara ini menyita hasil panen petani Muslim Rohingya.

IRIB Sabtu (28/10) melaporkan, media Myanmar menulis, pemerintah negara ini memulai panen lahan pertanian seluas 70 ribu hektar padi milik Muslim Rohingya.

Penumpasan besar-besaran Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine oleh militer Myanmar yang meletus sejak 25 Agustus lalu telah menewaskan enam ribu orang dan menciderai delapan ribu lainnya. Selain itu, sekitar delapan ratus ribu Muslim Rohingya terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Provinsi Rakhine di barat Myanmar menjadi ajang brutalitas militer negara ini dan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya sejak tahun 2012.

Tangani Kondisi Muslim Rohingya
Jenderal Kyaw Swe dan Asaduzzaman Khan, menhan Myanmar dan Bangladesh hari Selasa (24/10) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kerja sama perbatasan dan membentuk kelompok bersama guna menangani kondisi Muslim Rohingya.

IRNA melaporkan, Mostafa Kamal Uddin, salah satu staf kementerian dalam negeri Bangladesh pasca penandatanganan MoU tersebut mengatakan, Myanmar dan Bangladesh sepakat melakukan langkah-langkah berbeda untuk memulangkan pengungsi Rohingya dengan aman dan terhormat ke negaranya.

Tin Myint, staf kementerian dalam negeri Myanmar juga menekankan bahwa agenda pembicaraan kedua pihak mayoritasnya berkisar tentang perluasan kerja sama perbatasan dan keamanan serta pencegahan arus keluar Muslim Rohingya dari Myanmar. Ia mengklaim bahwa saat ini tengah diupayakan untuk menormalkan kondisi Provinsi Rakhine.

Sejak 25 Agustus 2017 hingga kini, akibat gelombang baru penumpasan dan agresi militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, barat Myanmar, lebih dari enam ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya luka-luka. Selain itu, ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 menjadi ajang kekerasan dan agresi militer Myanmar dan ekstrimi Budha terhadap Muslim Rohingya. Satu juta Muslim Rohingya tidak mendapat hak sipil di Myanmar.

Sejumlah organisasi internasional dan berbagai negara dunia termasuk Republik Islam Iran hanya mampu memberi bantuan kepada pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh akibat sabotase pemerintah Myanmar.

Hingga kini 130 ton bantuan Bulan Sabit Republik Islam Iran telah dikirim ke Bangladesh untuk membantu pengungsi Rohingya. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.